Rawan Pembakaran di Wilayah Pesisir, Pemkot Mau Aktifkan Siskamling

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan akan aktifkan lagi Sistem Keamananan Lingkungan (Siskamling) untuk mengantisipasi adanya tindakan kriminal, setelah percobaan pembakaran yang telah terjadi beberapa kali di wilayah pesisir Kota Tarakan, belakangan ini.

Alhasil, adanya kejadian oknum yang mencoba membakar bangunan rumah padat penduduk di Kelurahan Selumit Pantai berturut – turut membuat masyarakat tidak merasa aman.

Baca Juga :  SPPG Tarakan Klaim Menu MBG Viral Sudah Sesuai Juknis BGN

Kejadian kebakaran yang juga terjadi dua kali dalam satu bulan di kelurahan yang sama masih menghantui warga Selumit Pantai ditambah adanya kejadian yang nyaris terjadi pun membuat masyarakat menjadi paranoid.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul mengungkapkan akan mengaktifkan kembali pos kamling untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat khususnya di Kelurahan Selumit Pantai.

Baca Juga :  Stok Ayam Beku Diatur Pusat, DKPP Tarakan Akui Ada Peralihan Konsumsi Masyarakat

“Hidupkan lagi Siskamling, itu bagian dari Hankamrata yaitu sistem pertahanan yang bersifat semesta, nggak mungkin kita bisa mendeteksi semua,” ujar dr. Khairul, Rabu (6/9/2023).

Ia juga berharap jika masyarakat mendeteksi adanya tindakan kriminal dapat melaporkan ke aparat hukum jangan dijadikan isu yang macam-macam.

“Kalau ada barang bukti laporankan supaya ada tindakan hukumnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Kawal Pelebaran Jalan di Samping Kantor BRI

Lanjutnya, ia akan mengumpulkan Ketua RT, Lurah dan Camat untuk membahas mengenai Siskamling apalagi menjelang tahun-tahun politik tingkat kerawanan tindakan kriminal meningkatkan.

“Mulai tahun ini sudah ada (anggaran perbaikan pos kamling), kita ajukan di APBD yang paling penting sebenarnya orangnya, tim-nya yang mau,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Nicky Saputra 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *