Rakor Cegah Korupsi Sektor Perbankan, Ini Pesan Pak Dokter

TARAKAN – Walikota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes dan Wakil Walikota Tarakan, Effendhy Djuprianto menghadiri Rapat Koordinasi (rakor) Pencegahan Korupsi Sektor Perbankan Wilayah Kaltara di Ruang Kerja Walikota Tarakan, Rabu (7/1/2020).

Dalam kesempatan itu, dr. Khairul menyampaikan, bahwa pada lingkup daerah seperti kabupaten dan kota penekananya agar mengoptimalkan pajak daerah dari restoran, hotel atau sejenisnya sebagai sumber pembangunan untuk meningkatkan pajak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor perpajakan yang bisa bekerja sama dengan perbankan.

“Salah satunya itu Tapping Box ya, tapi itu sebenarnya sudah pernah dan sudah lama kita melakukan itu. Kalau pun memang kadang supporting dari internet jadi problem juga, sehingga mudahah-mudahan kedepannya jaringan semakin bagus dan lainnya tentu ini akan semakin baik,” ujar dr. H. Khairul, M.Kes kepada benuanta.co.id, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga :  Wow! 99 Personel Polres Tarakan Tes Urine, Begini Hasilnya

Meski demikian, menurut Khairul, yang paling penting dari semua itu adalah kejujuran. Sebab, jika alat dan fasilitas yang digunakan tergolong memadai namun tak berjalan lurus dengan tingkat kejujuran masing-masing pelaksana, tentu akan menjadi sia-sia.

“Alatnya bagus pun, kalau yang melakukan disitu tidak jujur dikasih matilah (tapping box) dikasih apa lah, bisa saja kan. Jadi sekali lagi paling penting menurut saya ada sistem dan yang mengoperasikan juga orangnya jujur dan memang niat membayar pajak itu,” katanya.

Baca Juga :  SPPG Tarakan Akan Siapkan Layanan Pengaduan MBG di Setiap Dapur

Selain itu, mantan Sekertaris Daerah Kota Tarakan tahun 2013 hingga 2017 ini menuturkan, potensi PAD di Bumi Paguntaka sendiri cukup besar dengan taget di tahun 2020 ini, yakni Rp 110 miliar. Namun, adanya wabah Covid-19 ini juga mempengaruhi dan menyebabkan penurunan yang diprediksi hanya 40 persen dari target tersebut.

” Seperti yang kita tahu, tidak ada pergerakan selama sekian bulan ini, seperti restoran, hotel dan sektor ekonomi lain kan tidak bergerak secara maksimal ya. Sehingga itu berpengaruh terhadap pendapatan kita, apa lagi kebijakan kita kemarin 5 bulan memberikan insentif kepada hotel, restoran untuk pengurangan pajak daerah itu dan membantu supaya mereka supaya tetap bisa bertahan,” tandasnya.(*)

Baca Juga :  Stok Ayam Beku Diatur Pusat, DKPP Tarakan Akui Ada Peralihan Konsumsi Masyarakat

Reporter : Yogi Wibawa

Editor : Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *