TARAKAN – Musyawarah Daerah (Musda) II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Golongan Karya (Golkar) Kaltara ditunda pelaksanaannya hingga menunggu jadwal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Ketua DPD Golkar Kota Tarakan, Tigor Nainggolan menyampaikan, alasan penundaan itu dikarenakan Musda Tingkat II baru bisa dilakukan usai Musda DPD provinsi atau tingkat I dilakukan.
“Jadi sebenarnya bukan batal, tetapi waktu itu diundur pada tanggal 29 Agustus. Sekarang ini diundur lagi sampai setelah Pilkada 2020 selesai,” ujar Nainggolan saat dihubungi benuanta.co.id, Ahad (6/9/2020).
Mudurnya jadwal pelaksanaan Musda tersebut sejalan dengan keputusan DPP Golkar melalui surat nomor : SI-01/GOLKAR/IV/2020 tentang Instruksi Perpanjangan Masa Penugasan Pengurus dan Personalia DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota.
“Jadi perpanjangan masa tugas selama 3 bulan sejak tanggal 30 April 2020, jadi setelah diperpanjangan berarti kita belum bisa Musda. Kemudian ada lagi surat nomor : SI-3/Golkar/VII/2020 yang mengatakan bahwa kita paling lambat 31 Agustus 2020. Maka kita laksanakanlah Musda itu tanggal 29 Agustus dan sudah klir semua sampai hotel sudah beres,” katanya.
“Mendadak sebelum tanggal jatuh tempo itu, maka muncul lagi surat dari pusat yang mengatakan tidak diperkenankan Musda sebelum dilakukannya Musda provinsi. Dengan dasar ini kita turut aturan, ketika Ketua bilang itu tidak boleh ya kita undur sampai diperkirakan habis Pilkada,” tambahnya.
Meski mengakui penundaan tersebut juga membuat tekor lantaran persiapannya yang membutuhkan biaya, mulai dari mem-booking ruang pertemuan di hotel, biaya pemasangan atribut partai dan lainnya, namun, kata Tigor, hal itu merupakan hal yang biasa.
“Ya pastilah (tekor), kita sudah bikin acara, rapat dan segala macam. Tetapi itu hal yang biasa, jadi politik itu tidak selalu untung, harus siap menanggung risiko atas perintah-perintah di atas (pimpinan partai), harus patuh kepada aturan yang lebih tinggi,” akunya.
Namun, ia juga menuturkan belum bisa memastikan apakah pelaksanaan Musda tersebut bakal mengalami kemunduran lagi dari yang dijadwalkan setelah Pilkada 2020 ini selesai.
“Ada kemungkinan awal 2021, karena masa setelah Pilkada itu panjang lagi tahapannya sampai final. Tetapi untuk bulannya saya belum bisa memprediksi, kita tunggu saja dari pimpinan partai yang di atas,” pungkasnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : M. Yanudin







