Tegas! Gubernur Zainal Warning Kepala OPD Harus Mundur Bila Tak Ada Inovasi  

benuanta.co.id, BULUNGAN – Sempat terjadi kekosongan hingga 4 bulan lamanya, Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama kini telah terisi dan sudah dilantik oleh Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Di mana 18 orang terpilih ini merupakan orang-orang terbaik yang dipilih untuk menjadi pemimpin pada masing-masing biro, dinas dan badan.

Karena yang terpilih merupakan orang yang terbaik, Gubernur Kaltara meminta kesungguhan pada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.

“Para pejabat yang dilantik pada hari ini harus dapat merespon keadaan secara cepat dan tepat. Jangan sampai menyederhanakan permasalahan sekecil apapun. Segera temukan masalah yang menghambat upaya kita menyejahterakan masyarakat, lalu selesaikan segera,” ungkap Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang kepada benuanta.co.id, Senin 6 Juni 2022.

Gubernur Kaltara mengharapkan kepada semua pejabat yang dilantik untuk melahirkan inovasi-inovasi baru untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. Dirinya meminta agar semua kegiatan yang telah berjalan dengan baik, dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Mereka pun diminta harus semakin meningkatkan kualitas dengan berpikir jauh kedepan terutama dalam mengantisipasi kemajuan teknologi yang berjalan semakin cepat. Jangan sampai tertinggal oleh teknologi.

“Kita harus dapat memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pelaksanaan tugas kita. Saya minta para kepala OPD dapat memastikan segala bentuk pelayanan dapat delivered yang artinya benar-benar sampai dan berdampak kepada masyarakat tidak hanya sent yang berarti kita hanya terbatas selesal melaksanakan  kegiatan,” tuturnya.

Zainal pun mewanti dan memberikan warning kepada seluruh kepala OPD. Dalam jangka waktu 3 sampai 6 bulan sejak dilantik tidak ada progres dan perubahan yang terlihat, maka kepala OPD ini harus mundur dari jabatannya.

“Tertuang dalam pakta integritas, jika waktu 3 hingga 6 bulan tidak ada inovasi bapak ibu harus mundur. Buat apa ada pejabatnya kalau tidak ada perubahan,” tegasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *