Realisasi APBD Kaltara Diproyeksi Tembus 60-70 Persen pada Triwulan III

 

benuanta.co.id, BULUNGAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) optimis realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 meningkat memasuki triwulan III. Penyerapan anggaran diproyeksikan berada pada kisaran 60 hingga 70 persen.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto mengatakan, peningkatan realisasi pada triwulan III merupakan pola yang terjadi setiap tahun. Memasuki periode tersebut, pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah mulai meningkat.

“Kalau dengan APBD 2026, realisasinya saya yakin berjalan dengan baik. Memang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, meningkat di triwulan III ini,” sebutnya belum lama ini.

Baca Juga :  Pemprov Dukung Penguatan Generasi Qur’ani melalui MTQ Nasional XXXI

Menurutnya, triwulan III menjadi salah satu periode penting karena sejumlah program yang telah direncanakan mulai memasuki tahap pelaksanaan dan pencairan anggaran.

Denny memperkirakan realisasi APBD Kaltara hingga triwulan III dapat mencapai 60–70 persen. Proyeksi tersebut melihat perkembangan pelaksanaan kegiatan dan proses pencairan anggaran di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

“Sekarang kita di triwulan III, akan meningkat. Mungkin di 60–70 persen,” sebutnya.

Baca Juga :  Perkuat Konektivitas dan Logistik, Gubernur Bahas Tindaklanjut Pembangunan Jaringan Kereta Api

Ia meminta OPD terus mempercepat pelaksanaan program yang telah dianggarkan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penumpukan pekerjaan dan pencairan anggaran menjelang akhir tahun.

Selain pelaksanaan kegiatan, kelengkapan administrasi juga menjadi perhatian. Setiap pencairan anggaran harus disertai laporan dan dokumen pertanggungjawaban sesuai ketentuan.

“Semua pencairan-pencairan, ada laporan-laporan yang beberapa waktu yang lalu. Saya optimistis di 60–70 persen,” kata dia.

Baca Juga :  Pasar Modern Panca Agung Segera Dikelola Pihak Ketiga, Pemprov Tunggu SK Gubernur

Pemprov Kaltara akan terus memantau perkembangan realisasi APBD hingga memasuki triwulan IV. Evaluasi dilakukan untuk memastikan program pembangunan dan pelayanan masyarakat yang telah dianggarkan dapat berjalan sesuai target.

Percepatan realisasi, kata Denny, tetap harus dilakukan dengan memperhatikan prosedur serta tertib administrasi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *