Kasus DBD Didominasi Kecamatan Nunukan Mencapai 80 Persen

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (BDB) di Kabupaten Nunukan setiap bulannya hampir selalu ada, mengingat Sanitasi dilingkungan masih memungkinkan terjadinya perkembangan biak nyamuk 𝙳𝙱𝙳.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan, Sabaruddin, mengatakan di Nunukan masih banyak sampah plastik berada di mana-mana, yang dapat memungkinkan perkembangan biak nyamuk DBD.

Tidak hanya itu, tempat penampungan air juga bisa terjadi pembiakan nyamuk, terutama daerah yang belum tersentuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) karena hanya mengandalkan tadah hujan apalagi tidak tertutup rapat atau bak terbuka membuat nyamuk cepat untuk berkembang biak.

“DBD bisa meningkat jika keadaan Pancaroba, terkadang panas dan hujan ini sangat disenangi oleh nyamuk untuk berkembang biak,” kata Sabaruddin kepada benuanta.co.id, Kamis (6/10/2022).

Di Kabupaten Nunukan terjadinya indikasi peningkatan pada bulan Agustus mencapai 8 kasus, dan September meningkat secara signifikan sebanyak 19 kasus di 2022.

“Kasus DBD lebih banyak ditemukan di Nunukan mencapai 80 persen, sedang usia yang terkena DBD ini masih didominasi anak-anak di usia 15 tahun ke bawah,” jelasnya.

DBD disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes.  Menurutnya, DBD sangat mudah untuk dicegah karena tidak menular namun ada yang membawa yaitu nyamuk, jadi ini yang harus di hilangkan.

Caranya, semua tempat yang memungkinkan pembiakan harus dimusnahkan, seperti wadah jika dia bak harus di tutup dengan rapat dan jika dia plastik sebaiknya dikubur. Untuk memutus mata rantai terjadinya DBD perlu kerja sama baik masyarakat dan semua stekholder.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *