Puskesmas Atap Rampung, Tapi Masih Banyak Akses Jalan yang Harus Mendapatkan Perhatian

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pembangunan Puskesmas Atap kini sudah rampung sepenuhnya namun hingga kini belum juga difungsikan. Puskesmas yang dibangun di dataran tinggi Desa Atap itu akan melayani beberapa desa yang terdapat di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan.

Disampaikan Camat Sembakung, Ridwan Puskesmas Atap yang baru saja dibangun Pemda Kabupaten Nunukan merupakan pemindahan puskesmas yang lama. Hal itu dilakukan lantaran Desa Atap yang sering mengalami banjir tahunan.

“Kecamatan masih menunggu penyerahan hingga saat ini,” singkatnya kepada benuanta.co.id pada Rabu, 6 Juli 2022.

Meski Puskesmas Atap nantinya beroperasi dan melayani desa-desa sekitarnya, ia merasa masih ada beberapa kendala yang perlu diperhatikan Pemda Nunukan. Salah satunya terkait jalan yang belum sepenuhnya mudah untuk dilalui calon pasien.

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Awasi Pelaku Usaha Pariwisata Soal Aturan Perizinan Elektronik

“Seperti yang mau melahirkan bisa-bisa melahirkan di jalan, yang sakit bisa sakit parah karena goncangan jalan yang rusak,” ujarnya.

Selain jalan rusak, jalan menuju Puskesmas Atap juga rawan banjir. Sehingga, perlu dilakukan perbaikan jalan sepanjang 300 meter. Yakni, dengan pengerjaan siring serta penimbunan jalan setinggi 2 meter. Dengan begitu, jalan menuju Puskesmas Atap akan mudah dilalui warga yang akan berobat.

“Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan PUPR Nunukan, agar bisa menganggarkan perbaikan jalan menuju lokasi puskesmas,” jelasnya.

Baca Juga :  Joned: Hubungan Bupati Nunukan dan Wakilnya Tetap Baik

Namun saat ini yang masih menjadi kendala juga, yakni puskesmas pembantu (Postu) yang ada di desa-desa belum maksimal karena akses jalan tidak bisa melalui jalur darat. Yaitu jalan Desa Atap ke Desa Taggul, Pelaju, Tepian, Tunjung, Labuk dan lainnya. Jalan desa-desa tersebut hanya bisa melalui jalur sungai.

Sementara untuk desa terjauh yakni Desa Lubakan berkisar 40 km dari Puskesmas Atap akan ditugaskan satu orang yang tinggal di Postu serta melakukan pertolongan pertama bagi warga desa setempat. Pasien desa terjauh baru akan dibawa ke Puskesmas Atap hanya jika mengalami keadaan darurat.

Baca Juga :  Pasar Tani Akan Ditata Ulang, Konsep Awal Sudah Bergeser

“Inilah kendala kita, akses jalan sangat sulit. Jadi kami meminta jalan dibangun agar bisa dilewati warga, dan memudahkan warga yang sakit menjangkau puskesmas dengan lebih cepat mendapatkan pertolongan,” harapnya.

Terkait fasilitas, Puskesmas Atap ini jauh lebih besar dari puskesmas sebelumnya. Maka, pelayanan juga akan jauh lebih efisien. Ditambah lagi, nantinya jika beroperasi Puskesmas Atap akan dilayani oleh dua dokter ditambah perawat serta bidan. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *