4 Rumah Terbakar di Nunukan Ahad Malam Menelan Kerugian Sekitar Rp 1,28 M

Nunukan550 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Selain logistik disalurkan Pemerintah Kabupaten Nunukan, saat ini tenda untuk korban kebakaran telah disiagakan, namun bukan sebagai tenda tanggap darurat melainkan untuk penanganan sementara.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Muhammad Amin, SH, mengatakan kebutuhan bahan makanan sudah disalurkan, sehingga korban kebakaran dapat mengolah makanannya sendiri.

“Kita sudah siapkan tenda dan tendanya standby jika tidak ada tempat menumpangnya di keluarga atau tetangga korban, maka kita arahkan ditenda,” jelasnya, Senin (8/11/2021).

Baca Juga :  Empat Wilayah Perbatasan di Nunukan Jadi Fokus Bantuan RTLH

Tenda yang didirikan ini sekitar 7 hari untuk penanganan dan juga pusat logistik untuk bantuan bagi korban. Kepala Sub Bidang Kedaruratan BPBD Nunukan, Hasanuddin menuturkann, dari data yang dicatat ada 4 unit bangunan yang terbakar, kemudian data 14 kepala keluarga (KK) dengan 43 jiwa, data tersebut sudah diambil dari ketua RT.

“Kita sudah ambil datanya dari pak RT dan semua sudah ada disini masing-masing kepala keluarga, untuk divalidasi kembali datanya,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan dan BPS Rekonsiliasi Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan

Kendala saat ini terkait dokumen-dokumen mereka, maka dari itu pihaknya akan melakukan komunikasikan dengan aparat kepolisian, dengan catatan sipil (Capil) termasuk dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan untuk dokumen-dokumen pengurusannya,

Tim BPBD Nunukan telah mengeluarkan pendataan terkait kerugian materi korban kebakaran. Untuk kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp 1,240 miliar dengan kerugian materi isi bangunan Rp 47-50 juta. “Jadi total sekitar Rp 1,28 miliar kerusakan dan kerugiannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Daerah Pemasok Alami Kekeringan, Harga Cabai di Nunukan Tembus Rp 120 Ribu per Kg

Lanjut Hasanuddin, walaupun rumah tersebut sedang kosong karena orangnya ke Sulawesi, akan tetap dihitung sebagai korban karena disitu ada kerugian harta benda yang ditinggalkan.

“Kami belum dapat konfirmasi dari pihak yang berwajib penyebab terjadinya kebakaran. Kalau informasi memang dari salah satu bangunan salon, tapi penyebabnya kita belum tau,” tutupnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *