Debit Air Sembakung Naik Jadi 4,60 Meter, BPBD Nunukan Lakukan Pemantauan Intensif

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan terus melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian muka air di wilayah Kecamatan Sembakung.

Berdasarkan hasil pemantauan pada tiang ukur Pos BPBD Sembakung, Sabtu (28/02/26) pukul 13.51 WITA, ketinggian air tercatat mencapai 4,60 meter atau mengalami kenaikan 8 sentimeter dari pantauan sebelumnya di angka 4,52 meter. Adapun kondisi normal berada di kisaran 3 meter.

Kenaikan debit air ini berdampak pada sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sembakung. Tercatat lima desa terdampak banjir, yakni Desa Atap, Desa Tagul, Desa Manuk Bungkul, Desa Lubakan, serta Desa Tujung (sebagian wilayah dengan relokasi mandiri warga).

Di Desa Atap, banjir merendam berbagai fasilitas umum dan perkantoran, di antaranya Pos Damkar Sembakung, BPU Sembakung, GOR Sembakung, SDN 1 Sembakung, SDN 2 Sembakung, SDN 4 Tembelunu, SMA Sembakung (empat ruang kelas), kantor PLN ULD Sembakung, UPT Disdik Sembakung, Kantor KUA Sembakung, Koramil Sembakung, SMPN 1 Sembakung (lima ruang kelas), Kantor Pertanian Sembakung, Pustu Tembelunu, Posyandu Belibis Atap, Posyandu Garuda Atap, Masjid Jami Al Hidayah Atap, SDN 3 Tembelunu, Kantor Pos dan Giro Atap, Masjid Al Mujahidin Atap, Kantor Camat Sembakung, mushola RT 3 Atap, serta rumah-rumah warga.

Baca Juga :  Wujudkan Pemerintahan Efisien dan Transparan, Pemkab Nunukan Jalin Kerjasama dengan BPKP

Jumlah rumah terdampak di Desa Atap tercatat sebanyak 181 unit dengan 270 kepala keluarga dan 864 jiwa.

Sementara di Desa Tagul, banjir merendam SDN Tagul, Masjid Tagul, BPU Tagul, SMP Tagul, BUMDes Tagul, Kantor Desa Tagul, Posyandu Tagul, serta TPA Desa Tagul. Sebanyak 12 rumah terdampak dengan 16 kepala keluarga dan 86 jiwa.

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Masih Temui Adanya Pelajar Berkeliaran di Jam Malam

Di Desa Lubakan, enam rumah terdampak dengan lima kepala keluarga dan 24 jiwa. Desa Tujung mencatat 11 rumah terdampak dengan 19 kepala keluarga dan 69 jiwa. Sedangkan di Desa Manuk Bungkul, selain merendam SDN Bungkul, Masjid Manuk Bungkul, dan Posyandu, banjir juga menggenangi 17 rumah dengan 16 kepala keluarga dan 42 jiwa.

Adapun lima desa lainnya di Kecamatan Sembakung dilaporkan masih dalam kondisi aman dan bebas dari banjir, yakni Desa Tepian, Desa Pelaju, Desa Pagar, Desa Butas Bagu, dan Desa Labuk.

Kepala Pos BPBD Sembakung, Taufik, menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan tinggi muka air serta berkoordinasi dengan aparat desa dan instansi terkait.

Baca Juga :  Sukseskan Pemutakhiran Data Tunggal 2026, Pemkab Sinergi Bersama BPS Nunukan

“Ketinggian air saat ini berada di angka 4,60 meter dan masih berpotensi mengalami kenaikan apabila curah hujan di wilayah hulu meningkat. Kami mengimbau masyarakat tetap siaga, terutama yang berada di bantaran sungai, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat,” ujarnya.

Secara umum, kondisi banjir di sejumlah titik Kecamatan Sembakung masih berlangsung dan berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan dan pelayanan publik.

BPBD Kabupaten Nunukan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *