TARAKAN – Mempertanyakan tentang tagihan listrik yang melonjak, Aliansi Gerakan Pemuda (Garuda) Tarakan akan melakukan hearing secara langsung dengan PT. PLN UP3 Tarakan, Rabu 17 Juni 2020 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Aliansi Garuda, Akbar Syarief saat diwawancarai oleh benuanta.co.id melalui telepon genggam, Senin 15 Juni 2020.
“Aliansi Garuda bekerjasama dengan FKKRT sangat mempertanyakan terkait lonjakan tarif listrik, kita ingin mencari tahu apa dasarnya PLN melonjakan biaya listrik,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Senin 15 Juni 2020.
Akbar mengaku, sempat mendapat respons dari PLN bahwa terdapat rumusan perhitungan meteran terbaru selama pandemi Covid-19 selama 3 bulan terakhir. Hal ini juga memicu tanda tanya di tengah masyarakat, banyak yang bertanya dan melapor tagihan bisa 3 kali lebih tinggi dari bulan biasanya.
Contohnya, dari salah satu musala yang ada di Tarakan melapor tagihan melonjak hampir 200% dari normalnya, yang biasanya hanya Rp 500 ribu per bulan, tagihan terakhirnya mencapai sebesar Rp 1,6 juta per bulan.
Salah satu kafe di Tarakan juga melapor yang biasanya hanya bayar kurang dari Rp 1 juta per bulan, namun begitu membayar tagihan bulan berikutnya tarif listrik mencapai Rp 4 juta per bulan.
“Hal ini dinilai tidak logis, karena musala dan kafe yang melapor selama PSBB tidak pernah melakukan kegiatan, dalam arti tidak melakukan operasi jual beli. Otomatis pemakaian listrik seharusnya berkurang, bukannya bertambah,” tuturnya.
“Ini menjadi persoalan yang perlu disikapi karena merugikan masyarakat banyak. Bila alasannya karena penggunaan listrik di rumah semakin tinggi akibat Work From Home (WFH) dan dihentikannya kegiatan KBM di sekolah, masih banyak masyarakat lainnya yang beraktivitas seperti biasanya pada saat PSBB. Alasan ini dinilai tidak mempunyai dasar,” terangnya.
“Hari Rabu 17 Juni 2020 mendatang Aliansi Garuda Tarakan bersama FKKRT akan melaksanakan pertemuan atau hearing di kantor PLN Tarakan, kita hadirkan Ombudsman dan BPK RI dan perwakilan lainnya,” sebutnya.
“Intinya kita akan memperjuangkan apa yang menjadi persoalan masyarakat. Di tengah pandemi ini jangan membuat masyarakat malah semakin resah dan susah,” tutupnya.(*)
Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor: M. Yanudin







