Gubernur Zainal Pastikan Hari Raya Nyepi dan Takbiran Idulfitri Kondusif di Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Potensi beririsan antara perayaan Hari Raya Nyepi dan malam takbiran Idulfitri menjadi perhatian di sejumlah daerah di Indonesia. Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan kondisi tersebut tidak akan menimbulkan persoalan berarti di wilayahnya.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang,S.H., M.Hum., menegaskan dinamika tersebut lebih relevan terjadi di Bali yang memiliki kekhususan dalam pelaksanaan Nyepi. Sementara di Kaltara, ia memastikan situasi tetap kondusif berkat komunikasi lintas umat beragama yang terjaga.

“Ya itu kan khusus berlaku di Bali ya. Kita kan tidak ada masalah kalau di wilayah lain saya kira karena kita selalu komunikasi dengan FKUB kabupaten kota, kita selalu komunikasi dan InsyaAllah akan berjalan dengan baik saja di wilayah Kaltara,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Komitmen Realisasikan Bantuan RT 2026

Menurutnya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat kabupaten kota terus berperan aktif dalam menjaga harmoni serta mengantisipasi potensi gesekan di tengah masyarakat, terutama saat momen keagamaan yang berdekatan.

Senada dengan itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltara, H. Syamsi Sarman, menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, termasuk dalam menyikapi perbedaan waktu ibadah.

Baca Juga :  Pertumbuhan Perusahaan Konstruksi di Kaltara Meningkat, Mayoritas Ada di Kota Tarakan 

Ia menyebut, Muhammadiyah tetap mengedepankan sikap saling menghormati meskipun telah lebih dahulu merayakan Idulfitri.

“Kami tentu menjaga toleransinya. Kami walaupun sudah tidak puasa, walaupun sudah lebaran, ya tentu kita tidak rame-rame. Apalagi Muhammadiyah kan tidak pernah mengamalkan takbir keliling. Jadi orang masih puasa tarawih, kami takbiran, tidak akan terjadi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan praktik toleransi yang telah berjalan di Bali. Di mana umat Islam tetap dapat menjalankan ibadah tanpa mengganggu umat Hindu yang merayakan Nyepi.

Baca Juga :  Suarakan Harapan Pemuda Dayak Kenyah, Ketua LADKKU Temui Pangdam Mulawarman

“Di Bali saja Muhammadiyah dapat pujian dari Menteri Agama. Nyepi dan tarawih bisa jadi satu. Di satu sisi kita lagi terawihan, tapi hari raya Nyepi kan tanggal 19, itu sudah diatur. Insya Allah tidak akan jadi masalah. Ya mudah-mudahan sama lah supaya tidak repot,” tambahnya.

Dengan koordinasi yang terus dijaga serta komitmen toleransi dari seluruh elemen masyarakat, perayaan Nyepi dan Idulfitri di Kaltara diyakini akan berlangsung aman dan harmonis. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *