Gedung Pusdalops BPBD Kalimantan Utara Segera Difungsikan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan gedung Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) sebagai pusat komando penanganan bencana.

Pembangunan gedung yang dimulai sejak 2025 itu, kini telah selesai dan tinggal menunggu peresmian.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Andi Amriampa mengatakan, peresmian semula direncanakan bertepatan dengan kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke Kaltara. Namun, rencana tersebut tertunda karena BNPB harus memfokuskan penanganan bencana besar di Sumatera.

Baca Juga :  Buruan Daftar! Pemprov Kaltara Fasilitasi Mudik Lebaran Gratis 

“Agenda tertunda lantaran terjadi bencana besar di wilayah Sumatera. Sehingga seluruh sumber daya BNPB dialihkan untuk penanganan darurat di sana,”ucapnya, Selasa (24/2/2026)

Meski peresmian tertunda, Pemprov Kaltara memastikan Pusdalops segera difungsikan. Menurut Andi, sarana dan prasarana di dalam gedung telah tersedia, termasuk sistem informasi dan perangkat pemantauan yang terhubung langsung dengan BNPB pusat.

Ia menjelaskan, Pusdalops akan menjadi pusat pengendali operasi kebencanaan. Seluruh informasi dan data akan dihimpun di tempat tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan saat terjadi bencana.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Resmi Terapkan WFH di Hari Jumat bagi ASN

Untuk mendukung fungsi tersebut, BPBD Kaltara juga menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Peralatan pemantau cuaca dan aktivitas gempa telah dipasang dan akan digunakan untuk memperkuat sistem peringatan dini, khususnya dalam menghadapi potensi banjir dan bencana hidrometeorologi.

Personel yang ditempatkan di Pusdalops berasal dari internal BPBD Kaltara. Sejumlah petugas telah mengikuti pelatihan dan akan kembali mendapatkan pembekalan dari BNPB, terutama terkait pengoperasian aplikasi dan sistem terbaru.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Klaim PT KAI Tak Abaikan Tenaga Lokal, Rutin School Hiring Sejak 2024

Selain membangun pusat kendali, pemerintah provinsi juga mengajukan bantuan jembatan darurat tipe Bailey kepada BNPB. Jembatan baja yang bersifat mobile itu dirancang sebagai solusi sementara saat jalur transportasi terputus akibat banjir atau longsor.

“Usulan kami sekitar 15 unit dengan panjang antara 3 sampai 10 meter. Saat ini masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *