Penambahan Jaringan Listrik di Wilayah 3T Diharapkan Mampu Tumbuhkan Ekonomi Desa

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara(Kaltara) mendorong pemerintah kabupaten untuk dukung pembangunan UMKM di wilayah 3T dan perbatasan. Hal ini menyusul adanya wacana pembangunan jaringan listrik baru di beberapa kecamatan di Kabupaten Nunukan untuk wilayah terpencil.

Dikatakan oleh Kepala ESDM Provinsi Kaltara, Yosua Batara ditahun ini pihaknya bersama GM PT PLN Kaltim-Kaltara dan Kementrian ESDM berencana membangun jaringan listrik baru di Lumbis Ogong, Tepian, Krayan dan wilayah perbatasan negara lainnya.

Baca Juga :  Ramadan SIAP QRIS, 4.000 Jamaah Hadiri Kajian Hanan Attaki di Tarakan

“Usulan ini dari kita di Pemprov Kaltara dan sudah diterina oleh Kementrian ESDM, sehingga tinggal tunggu pelaksanaan kegiatan pembangunannya saja ditahun ini,”kata Kepala ESDM Kaltara yang akrab disapa Yosua pada Kamis 21 Agustus 2025.

Dari wacana itu Yosua mengaku akan berkoordinasi dengan Pemkab Nunukan untuk keberlanjutan pembangunan jaringan listrik baru ini. Sesuai instruksi dari Gubernur Provinsi Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, pihaknya ingin sektor energi listrik ini bisa bermanfaat untuk pembangunan ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga :  1.787 Rumah Tangga di Kaltara Terima Bantuan Pasang Listrik Gratis ‎

“Artinya energi listriknya sudah kita siapkan bersama pihak kementerian, tapi untuk sektor ekonominya harus bisa dikerjakan oleh Pemkabnya,” sebutnya

“Seperti mendorong pembangunan UMKM desa, meningkatkan hasil produksi dari potensi SDA Desa atau peluang ekonomi lainnya yang memanfaatkan energi listrik,” sambungnya.

Pembangunan jaringan listrik ini, diakui oleh Yosua berasal dari APBN yang mengacu pada usulan-usulan Pemerintah Provinsi Kaltara. Meski demikian Pemprov Kaltara juga akan turut mengucurkan anggaran untuk mendorong kebutuhan kegiatan ini.

Baca Juga :  Bantah Adanya Biaya Sewa Asrama, Mahasiswa Kaltara di Sumbawa Tegaskan Difasilitasi Pemprov

“Tinggal nanti bagaimana kita yang menggunakan APBD menyesuaikan dengan kegiatan APBN. Artinya jika ada yang tidak tercover di APBN nantinya, maka akan kita tutupi dengan kegiatan APBD kita,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *