benuanta.co.id, BULUNGAN – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya meningkatkan layanan terhadap masyarakat dengan memprioritaskan program peningkatan layanan di tahun 2024.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan meningkatkan layanan transformasi digital, di mana layanan akan dilakukan secara online. Kepala Kanwil Kemenag Kaltara, Taufik Rahman, menyadari kondisi geografis Kaltara yang memiliki wilayah yang terpisah dan terletak di kepulauan.
“Untuk itu, layanan Kementerian Agama harus ditingkatkan secara online agar bisa mencapai masyarakat dengan lebih efisien. Salah satu cara yang diterapkan adalah melalui layanan berbasis WhatsApp (WA), di mana persyaratan dapat disampaikan dan berkas dapat di-scan untuk diproses lebih lanjut,” ujar Taufik.
Selain itu, Kanwil Kemenag Kaltara juga sudah menerapkan tanda tangan elektronik untuk memberikan rekomendasi pada persyaratan yang masuk melalui WA. Hal ini akan memudahkan dan mempercepat proses pelayanan administrasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Dengan adanya layanan online ini, diharapkan masyarakat di wilayah perbatasan dan terpencil di Kaltara tidak kesulitan dalam memperoleh layanan administrasi dari Kemenag,” ucapnya.
Tidak hanya meningkatkan layanan melalui transformasi digital, Kanwil Kemenag Kaltara juga akan memperbanyak peningkatan dan penguatan sarana serta prasarana (Sapras). Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai di Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah serta di Kemenag secara keseluruhan diharapkan akan mempermudah pelaksanaan layanan administrasi keagamaan di Kaltara.
Kedua, Kanwil Kemenag Kaltara juga akan melaksanakan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang handal untuk memastikan layanan administrasi yang berkualitas serta lebih baik lagi bagi masyarakat Kaltara.
“Melalui peningkatan SDM yang berkualitas, maka diharapkan layanan administrasi keagamaan di Kaltara bisa semakin memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, terutama yang berada di daerah yang sulit dijangkau,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Yogi Wibawa







