benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan memprediksi fenomena El Nino berlangsung hingga awal Februari 2024 mendatang dan El Nino akan berdampak secara tidak langsung di Kaltara.
Kepala BMKG Kota Tarakan, M Sulam Khilmi menjelaskan Kaltara tidak memiliki musim kemarau karena termasuk daerah kategori hujan sepanjang tahun dan El Nino tidak akan berdampak secara langsung untuk wilayah Kaltara.
“Bahkan beberapa minggu yang lalu wilayah lain kekeringan kita kebanjiran artinya dampak El Nino tidak kita rasakan di Kaltara secara langsung,” ujar Khilmi, Selasa (3/10/2023).
Meski demikian, Ketika provinsi lain terkena dampak El Nino seperti kekeringan hingga kebakaran. Tak hanya itu, dampak yang akan dirasakan Kaltara juga berimbas pada ketersediaan sandang dan pangan yang diimpor dari luar daerah pemasok bahan tersebut.
“Seperti kabut asap ini, salah satu dampak secara tidak langsung yang kita rasakan,” imbuhnya.
“Kaltara akan terkena dampaknya secara tidak langsung walaupun musim hujan di beberapa daerah di Indonesia akan berbeda-beda,” lanjutnya.
Diprediksikan musim hujan di Indonesia periode ini rata-rata mundur dari normalnya tetapi Kaltara sepanjang tahun akan terus hujan.
“Untuk di utara, karena kita bicara Kaltara itu tidak mengenal kemarau,” pungkasnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Nicky Saputra







