benuanta.co.id, TARAKAN – Lembaga pemerintah terus melakukan penelusuran kepada pemilik sapi yang diduga menyelundupkan sejumlah sapi di pelabuhan tidak resmi.
Penangung Jawab Pelabuhan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Bambang Suryono Hadi menjelaskan, berdasarkan informasi dari masyarakat pihaknya melakukan penelusuran di Jalan Kusuma Bangsa, belakang Pasar Tenguyun, Kecamatan Tarakan Tengah. Warga melihat sejumlah sapi yang tidak diketahui waktu bongkar muatnya.
“Hingga saat ini kami tetap melakukan penelusuran terkait surat-surat dari ternak tersebut, apakah illegal atau legal,” ujar Bambang, Jumat (28/7/2023).
Dengan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pihaknya berkomitmen untuk tetap mewaspadai masuknya ternak illegal tersebut. Soal pengawasan bukan hanya tugas dari Balai Karantina Pertanian melainkan juga tugas dari Dinas Pertanian.
“Resmi tidak resmi, saya tidak tau karena belum dipastikan. Takutnya itu sapi resmi namun hanya di tempatkan di belakang tenguyun. Jika sapi itu banyak, jumlah kotorannya pasti banyak dan rumputnya pasti rusak,” terangnya.
Bambang menyayangkan lambannya informasi warga terkait lalu lintas sapi di belakang pasar tenguyun sehingga pihaknya mengalami kesulitan melakukan penelusuran karena dipastikan sapi tersebut tercampur dengan sapi lain bahkan sudah dipotong.
“Sekalipun barangnya sudah tidak ada, kami akan terus mencari siapa pemiliknya,” tegasnya.
Guna mengantisipasi hal serupa terjadi, balai karantina pertanian akan menyebar petugas di pelabuhan resmi maupun tidak resmi sebulan sebelum hari raya kurban guna melakukan pengawasan. Benar tidaknya informasi tersebut pihaknya akan tetap waspada.
“Kami menghimbau kepada masyarakat, jika melihat hewan ternak yang masuk melalui pelabuhan tidak resmi, segera melaporkan kepada petugas karantina. Hal tersebut bertujuan mengantisipasi penyebaran PMK secara meluas,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara Muhammad Rais mengaku jika pihaknya kewalahan dengan masuknya sapi illegal di Kaltara lantaran memiliki wilayah yang luas. Dalam hal ini ia meminta agar Dinas terkait membentuk tim pengawasan di sejumlah pintu masuk Kaltara yang disinyalir masuknya sapi illegal tersebut.
“Jadi, jika kami menerima laporan soal sapi illegal sudah pasti kami pusing,” ucap Rais.
Rais mengungkapkan, pihaknya telah memetakan titik rawan masuknya peredaran sapi illegal. Di antaranya, belakang Pasar Tenguyun, daerah bandara, maupun Juata.
Pihaknya telah mendapatkan informasi terkait masuknya sejumlah sapi illegal, namun dalam pembuktiannya dinilai sulit lantaran bongkar muat sering dilakukan pada malam hari.
“Kami bersama pedagang sapi lokal sudah membuat kanal informasi melalui grup whatapps guna bertukar informasi terkait terkait sapi illegal yang masuk di Kaltara. Tahun depan kami akan fokus terhadap pembenahan terkait permasalahan ini,’’ tutupnya. (*)
Reporter: Okta Balang
Editor: Yogi Wibawa







