Bahaya Asap Rokok pada Anak-Anak 

benuanta co.id, TANJUNG SELOR – Tidak hanya perokok yang berisiko mengalami masalah kesehatan akibat residu dan bahan kimia pada rokok. Anak-anak yang terpapar asap rokok dan berinteraksi dengan perokok juga berisiko terkena dampaknya.

Hal itu dikatakan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara), Usman bahwa balita yang menjadi perokok pasif, yaitu menghirup asap rokok secara langsung ataupun residu rokok yang tertempel pada benda-benda, rentan mengalami gangguan tumbuh kembang.

Baca Juga :  Tekan Angka HIV, Dinkes Kaltara Lakukan Berbagai Upaya

“Dalam Asap Rokok Ganggu Tumbuh Kembang Anak yang disiarkan oleh kemenkes sudah jelas bahwa terdapat sepuluh aspek perkembangan neurologis balita yang terdampak rokok,” ucapnya, Kamis (27/6/2024).

“Yang pertama adalah motorik kasar, yang kedua adalah motorik halus, yang ketiga adalah kemampuan kognitif atau berpikir, IQ. Yang keempat adalah bahasa, ya. Lalu kelima konsentrasi, keenam ADHD atau autis, attention deficit hyperactivity disorder,” terangnya.

Baca Juga :  Tekan Angka HIV, Dinkes Kaltara Lakukan Berbagai Upaya

Tak hanya itu Usman juga menjelaskan, residu atau asap rokok juga mengakibatkan gangguan pendengaran, gangguan pemusatan konsentrasi, gangguan beradaptasi terhadap lingkungan, perawakan yang lebih pendek, serta badan yang lebih kurus. Pada anak yang hipersensitif atau memiliki bakat asma, maka reaksi terhadap rokok dapat timbul dalam hitungan jam atau bahkan hari.

“Ada anak kita jadi langsung gampang batuk pilek, ISPA, padahal udah divaksin influenza, misalnya udah di vaksin macem-macem, PCV, pneumonia, tapi tetap kena batuk pileknya sering, imunitasnya yang lebih rendah juga, nah itu efek daripada radikal bebas,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Tekan Angka HIV, Dinkes Kaltara Lakukan Berbagai Upaya

Reporter: Ike Julianti

Editor: Nicky Saputra 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2637 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *