BPS Catatan Impor di Kaltara pada April Alami Penurunan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara), impor pada April 2024 mengalami penurunan bila dibanding Maret 2024, yaitu sebesar 48,88 persen atau menjadi US$ 36,36 juta.

Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai menjelaskan komoditi barang migas tercatat tidak melakukan impor pada April 2024. Sedangkan untuk komoditi barang non migas tercatat melakukan impor hingga mencapai US$ 36,36 juta.

“Penurunan nilai impor pada April 2024 disebabkan oleh penurunan nilai impor komoditi barang hasil industri menjadi sebesar US$ 35,81 juta atau turun 49,38 persen. Sedangkan hasil tambang naik menjadi sebesar US$ 0,55 juta atau meningkat 45,05 persen,” katanya, Sabtu (8/6/2024)

Adapun hasil pertanian tercatat tidak melakukan transaksi impor pada bulan April 2024. Secara kumulatif bulan berjalan, nilai impor Kaltara periode JanuariApril 2024 mencapai US$ 340,02 juta dan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 terjadi peningkatan sebesar 216,45 persen.

“Pada April 2024, transaksi nilai impor berupa barang migas di Kaltara tercatat tidak melakukan impor,” sebutnya Mas’ud Rifai.

Impor non migas Kaltara pada April 2024 mencapai US$ 36,36 juta berasal dari Negara China, Singapore, Vietnam, Malaysia, Finland, Japan, Germany, United States, dan India dengan besaran masing-masing mencapai US$ 27,57 juta, US$ 5,75 juta, US$ 1,84 Juta, US$ 0,55 juta, US$ 0,22 Juta, US$ 0,22 Juta, US$ 0,16 Juta, US$ 0,03 Juta, dan US$ 0,01 juta.

“Jika dibandingkan dengan Maret 2024, impor non migas pada bulan April 2024 mengalami penurunan sebesar 48,88 persen,” ungkapnya.

Secara kumulatif nilai impor non migas pada periode Januari-April 2024 tercatat sebesar US$ 340,02 juta, mengalami peningkatan sebesar 216,45 persen dibanding periode yang sama di tahun 2023. Sedangkan Neraca perdagangan kegiatan ekspor-impor melalui pelabuhan di Kaltara tetap menunjukan nilai yang positif (surplus). Pada bulan April 2024 neraca perdagangan surplus sebesar US$ 103,48 juta.

“Angka ini mengalami penurunan sebesar 2,85 persen dibanding kondisi Maret 2024 yang surplus sebesar US$ 106,51 juta,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2014 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *