Air Dikeluhkan Keruh, Perumda Batiwakkal Kuras IPA

benuanta.co.id, BERAU – Perumda Air Minum Batiwakkal sejak 21 Mei lalu hingga 10 Juni mendatang  melakukan flushing atau pengurasan dan pembersihan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di seluruh unit perkotaan dan perkampungan Kabupaten Berau.

Direktur Perumda Batiwakkal, Saipul Rahman menuturkan, kegiatan tersebut telah terjadwal per triwulan.

“Tujuannya untuk menjaga kestabilan kualitas air yang didistribusikan ke masyarakat,” ucapnya Jumat (24/5/2024).

Tahun ini flushing telah dilakukan sebanyak dua kali dan pertama kali terjadi sebelum Ramadan. “Kami juga telah menginformasikan hal itu kepada masyarakat melalui sosial media dan forum RT. Dengan pemberitahuan itu, kami mengharapkan pelanggan dapat mengantisipasi, dengan cara menampung air sebelum pengurasan,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga sebagai upaya Perumda dalam menekan keluhan terkait menurunnya kualitas air akhir-akhir ini.

Baca Juga :  Tahun ini Dishub Berau Lanjutkan Pemasangan 1.073 Titik PJU

“Untuk jadwal pertama, IPA Teluk Bayur mulai dibersihkan hari ini dan sudah selesai. Kini sudah bisa beroperasi secara maksimal seperti biasa dan besok berlanjut di IPA Raja Alam dengan kapasitas 200 liter per detik akan dibersihkan,” jelasnya.

“Hari ini kami mulai menguras IPA Raja Alam. Mudah-mudahan berjalan lancar. Selanjutnya akan bertahap hingga semua IPA dikuras dan dibersihkan,” tambahnya.

Diharapkannya, setelah pembersihan rampung, kapasitas produksi bisa lebih optimal. Sehingga, perlahan keluhan masyarakat bisa teratasi. Bahkan, sebelumnya Perumda Batiwakkal telah mencoba mereformulasi bahan kimia yang memakan biaya cukup besar.

Baca Juga :  65 PPK di Kabupaten Berau Ikuti Bimtek

“Setelah kita evaluasi dari hasil pemasangan Sambungan Rumah (SR) baru saat triwulan satu, pada tahun lau kita mendapat dana Rp 1 miliar tapi saat ini hanya mendapat Rp 400 juta,” imbuhnya. Pihaknya mencoba untuk melakukan efisiensi dengan penghematan, salah satunya dengan mengurangi jumlah bahan kimia. “Hal itu malah menyebabkan kualitas air berkurang. Salah satunya distribusi air menjadi keruh. Dengan itu, maka dibutuhkan pengurasan dan pembersihan IPA agar distribusi air kembali jernih,” paparnya.

Ia mengakui ada keluhan dari masyarakat jika air sedikit keruh karena ada aktivitas perbaikan drainase. “Memang ada keluhan kalau air sedikit keruh, kita formulasikan lagi bahan kimianya. Ada juga pengaruh kebocoran dari proyek drainase yang agak menyulitkan kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Sinergi Polres dan Berau Coal Berhasil Sita Alat Tambang Tanpa Izin di Labanan-Kelay

Sementara itu, fenomena air surut juga membuat kapasitas produksi tidak maksimal. “Padahal sebagian air sudah dilakukan flushing. Ini yang kemudian menyebabkan beberapa wilayah tidak terlayani dengan sempurna. Insya Allah setelah ini distribusi kembali optimal dan kendala air keruh bisa teratasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1919 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *