Praktisi Psikolog Harap Pelaku Perundungan dan Kenakalan Remaja Diberi Efek Jera

benuanta.co.id, TARAKAN – Praktisi psikologi Tarakan berharap pihak sekolah dan kepolisian beri efek jera kepada pelaku kenakalan remaja dan perundungan di masyarakat khususnya di lingkungan sekolah dan lingkungan pertemanan.

Maraknya kasus perundungan dan kenakalan remaja sering terjadi di Indonesia bahkan hingga berakibat pada kematian. Tak menutup kemungkinan hal tersebut juga terjadi di Kota Tarakan.

Di Kota Tarakan sendiri, sudah terdapat beberapa kasus perundungan atau pembullyan yang terjadi dan hal tersebut diakibatkan masalah percintaan yang seharusnya belum dipikirkan anak yang masih berada di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sedangkan untuk kenakalan remaja baru-baru ini terjadi yaitu anak dibawah umur menjadi pelaku perkelahian dan pengeroyokan di lingkungan masyarakat.

Baca Juga :  Eks PMI Terlibat Kasus Pencurian, Begini Tanggapan Kepala BP3MI Kaltara

Terkait hal tersebut, Praktisi psikologi sekaligus dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan, Riski Sovayunanto mengungkapkan pembullyan dan kenakalan remaja bisa berasal dari pola asuh, lingkungan sekitarnya, kurangnya perhatian, kurangnya kesadaran orang tua, keharmonisan hubungan anak dan orang tua.

”Kalau anak banyak melihat agresifitas maka turun begitu kurang lebih sama ada modeling indikasinya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dikatakan Riski, di Kaltara sendiri untuk kenakalan remaja dan pembullyan banyak terjadi dalam bentuk fisik dan non fisik atau verbal. Ia menjelaskan memukul, menyentuh tapi melukai itu juga adalah bullying secara fisik. Sedangkan untuk bullying verbal yaitu memaki, memanggil menggunakan nama orang tua.

Baca Juga :  Eks PMI Terlibat Kasus Pencurian, Begini Tanggapan Kepala BP3MI Kaltara

“Itu budaya yang tidak bagus di Tarakan dan wilayah Kaltara rata-rata. Kalau menurut teman-teman psikolog ini akan menimbulkan trauma bagi anak,” ungkapnya.

Ia mengatakan dalam psikologi sendiri terdapat teori behavioristik yang di dalamnya terdapat punishment dan reward. Dimana setiap perbuatan atau tindakan yang baik dan buruk memiliki konsekuensinya.

Menurutnya, pelaku pembullyan dan kenakalan remaja sejauh ini tidak mendapatkan punishment atau hukuman yang dapat memberikan efek jera. ”Paling dikit dikit minta maaf klarifikasi selesai jadi kebal dan akan mengulangi lagi karena tidak ada efek jera” tegasnya.

Baca Juga :  Eks PMI Terlibat Kasus Pencurian, Begini Tanggapan Kepala BP3MI Kaltara

“Kalau memang itu fatal dan beresiko terhadap nyawa seorang, saya rasa yang ekstrim seperti itu walaupun pro dan kontra. Dimasukkan di kantor polisi ditahan sehari atau menjadi tahanan kota walaupun masih di bawah umur,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1916 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *