Polisi Ringkus Pelaku Pengeroyokan di Bundaran Gita Jalatama, Satu Pelaku Buron

benuanta.co.id, TARAKAN – Satreskrim Polres Tarakan mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di Bundaran Gita Jalatama pada 30 April 2024 lalu. Korban dikeroyok oleh pelaku berinisial AF (20) hingga mengalami luka sobek pada bagian kepala.

Kejadian ini bermula saat korban dan pelaku sama-sama pulang dari Tempat Hiburan Malam (THM) sekitar pukul 04.00 WITA. Korban bersama teman wanitanya menuju ke arah Gita Jalatama menggunakan mobil. Lalu, saat tiba di Gita Jalatama, mobil korban diberhentikan oleh pelaku bersama beberapa temannya.

Pelaku saat itu berteriak meminta korban untuk keluar dari mobil sambil memukul kaca mobil korban menggunakan helm. Merasa terancam, korban pun turun dengan membawa satu buah button stick untuk perlindungan diri namun dirampas oleh pelaku dan dipukulkan ke bagian kepala korban.

Baca Juga :  Kesal Tak Dibelikan Obat, Suami Tikam Istri Siri

“Korban mengalami luka robek di bagian kepala akibat dilempar oleh button stick yang sempat dirampas pelaku. Selain kepala ada juga robek di bagian siku sebelah kiri akibat dipukul dengan button stick itu. Sehingga melaporkan hal ini ke pihak kepolisian,” beber Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakthika Putra, Ahad (19/5/2024).

Polisi pun melakukan penyelidikan berbekal rekaman CCTV yang terpasang di sekitar TKP. Dalam rekaman CCTV itu, terlihat jelas saat pelaku menghentikan mobil korban. Sehingga, AF berhasil diamankan polisi pada 9 Mei 2024 di wilayah Beringin.

Baca Juga :  Curi Motor, Dua Pemuda Diringkus Satreskrim Polres Malinau

“AF mengaku telah melakukan pengeroyokan,” imbuh Kasat Reskrim.

Saat diinterogasi, AF mengaku memberhentikan kendaraan korban lantaran tidak terima teman wanitanya dibawa pulang oleh korban. Saat berada di THM, teman wanita korban sempat menemani pelaku minum.

Dalam pengeroyokan yang terjadi, korban dan pelaku sama-sama dalam pengaruh alkohol.

“Jadi dikejarlah sampai Gita Jalatama. Sempat terjadi adu mulut lalu pengeroyokan. Pelaku ini yang melakukan pemukulan, sementara yang lain merusak mobil korban,” tambah Randhya.

Dari kasus ini, polisi juga menerbitkan satu Daftar Pencarian Orang (DPO) pria berinisial BL yang turut andil dalam pengeroyokan terhadap korban. Lantaran dalam proses penyelidikan diduga, BL tidak berada di Kota Tarakan.

Baca Juga :  Dalam 6 Bulan, 50 Kasus Pencurian HP Dilaporkan ke Polres Tarakan

Polisi juga menyita button stick yang digunakan pelaku untuk memukul korban. Sebenarnya, button stick tersebut milik korban yang sengaja dibawa untuk perlindungan diri. Namun, peruntukkan button stick sendiri seharusnya hanya boleh dimiliki oleh anggota polisi.

“Sepertinya ini (button stick) dibeli online. Tetapi dijual bebas di online shop. Ini yang melapor hanya kasus pengeroyokan saja, yang pengerusakan mobil itu tidak dilaporkan,” tukasnya.

Pasal 170 Ayat 1 Kesatu KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2678 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *