Ombudsman RI Kaltara Soroti Program Sunting di Kabupaten Kota

benuanta.co.id, TARAKAN – Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) menyoroti penanganan program stunting yang menjadi salah satu fokus dari pemerintah. Terlebih, pimpinan Ombudsman RI Pusat menginstruksikan agar Ombudsman di perwakilan provinsi memberikan atensi terhadap pelaksanaan program stunting.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltara, Maria Ulfah mengatakan pemerintah daerah juga harus memberikan perhatian lebih dan menekankan agar program stunting tepat sasaran. Meski, pihaknya belum mendapatkan aduan dari masyarakat terkait program stunting.

“Kami berharap juga ke masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan ke Ombudsman melalui kanal pengaduan kami,” katanya, Senin (14/5/2024).

Baca Juga :  Menginjak Usia Setahun, IKBMT Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pantai Amal

Ia melanjutkan, pihaknya mendapatkan beberapa informasi terkait bantuan pada program stunting. Informasi yang diterima, bantuan yang diberikan di tiap kabupaten kota berbeda-beda. Misalnya, di Kabupaten Nunukan anak yang sudah divonis stunting diberikan bantuan berupa produk pangan siap santap berupa nasi kuning yang juga terdapat telur, ayam dan campuran mie. Sementara itu di Kota Tarakan diberikan bantuan berupa produk pangan mentah yakni telur dan daging ayam.

“Memperhatikan hal itu tentu ada standarisasi gizi, ini harus jadi perhatian. Namun ada perbedaan bantuan di tiap daerah bahkan terindikasi standarisasi gizi ini tidak sama di tiap daerah,” lanjutnya.

Baca Juga :  Perluas Kesempatan Pelajar PKL, SMKN 2 Tanjung Selor Lakukan MoU dengan Hotel Luminor

Adapun fakta ini didapatkan oleh Ombudsman melalui rekan mahasiswa yang sempat melakukan KKN di kabupaten kota tersebut. Menurutnya, hal ini perlu dikaji ulang soal standarisasi gizi.

“Siapa yang bisa menjamin gizi makanan yang diberikan, bisa jadi tidak ada yang bisa menjamin,” tuturnya.

Maria menegaskan, kejadian ini bisa masuk ke dalam indikasi tidak tepatnya sasaran bantuan yang diterima masyarakat. Terlebih tak ada yang bisa memastikan apakah bantuan yang diberikan benar-benar dikonsumsi oleh anak yang divonis stunting.

Baca Juga :  ZAP Sukses Tingkatkan Insentif Guru Honorer

“Jangan sampai ada oknum penerima bantuan juga yang menjual bantuan tadi. Kita buka kanal pengaduan di nomor wa kami 08112743737 atau Instagram @ombudsmanri.kaltara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

TS Poll - Loading poll ...
Coming Soon
Calon Pemimpin Kaltara 2024-2029 Pilihanmu
{{ row.Answer_Title }} {{row.tsp_result_percent}} % {{row.Answer_Votes}} {{row.Answer_Votes}} ( {{row.tsp_result_percent}} % ) {{ tsp_result_no }}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *