Satpolairud Sebut Cuaca Buruk Penyebab Laka Laut

benuanta.co.id, TARAKAN – Mengantisipasi adanya laka laut, Satpolairud Polres Tarakan gencar melakukan patroli di perairan. Terlebih, baru-baru saja terjadi tubrukan perahu dompeng versus speedboat mesin 40 PK di Perairan Pas Payau Juata Laut.

Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasat Polairud Polres Tarakan, IPTU Prabowo Eka Prasetyo mengatakan, laka laut diakibatkan salah satunya oleh faktor cuaca. Pihaknya rutin memberikan informasi berkenaan dengan cuaca sebelum nelayan melakukan aktivitas.

“Intensitas hujan dan gelombang ini cukup tinggi. Sehingga membahayakan pelayaran juga, makanya kita lebih banyak menghimbau ke nelayan dan juga masyarakat yang beraktivitas di perairan,” katanya, Senin (13/5/2024).

Baca Juga :  TNI AD Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kaleng Miras Huster di Sei Menggaris

Ia berpesan kepada masyarakat, agar mencari informasi soal cuaca terlebih dahulu jika ingin melakukan aktivitas di laut. Pun dengan jika terdapat kejadian yang tak diinginkan dapat menghubungi Satpolairud Polres Tarakan.

“Bisa langsung dilaporkan ke kami, saat itu juga bisa kita tangani kejadian itu,” pesannya.

Soal aturan keselamatan, sejauh ini sebagian besar nelayan mulai mematuhi aturan keselamatan saat beraktivitas di laut. Hanya saja, tak ditetapkan seluruhnya. Selama melakukan patroli, pihaknya menemui beberapa nelayan memiliki life jacket namun tidak dipakai.

“Setiap hari juga kita minta untuk ada life jacket. Ada dibawa diperahunya, satu atau dua begitu tapi tidak dipakai,” tuturnya.

Baca Juga :  Tuduh Selingkuhi Istrinya, Pelaku dan Anaknya Aniaya Orang

Meski masih banyak yang belum menaati aturan keselamatan diperairan, pihaknya mengapresiasi masih ada nelayan yang patuh dan beraktivitas menggunakan life jacket.

“Mereka (nelayan) sebenarnya tahu saja kapan bisa berlayar dan kapan tidak boleh berlayar. Faktor alam yang utama, kalau sudah tiba-tiba itu ya tidak bisa diprediksi,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan prediksi cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, prakiraan gelombang berada di ketinggian 0.1 hingga 0.5 meter untuk Perairan Kalimantan Utara. Sementara untuk Perairan Sulawesi bagian Barat, ketinggian gelombang diperkirakan 0.5 hingga 1.25 meter.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Korban Dugaan Pelecehan Seksual Siap Mengawal hingga ke Meja Hijau

“Untuk kecepatan angin sendiri diperkirakan 3 sampai 10 knots untuk Perairan Kaltara. Sementara untuk angin di Perairan Sulawesi bagian Barat sekitar 4 hingga 10 knots,” singkat Prakirawan Cuaca, Danurahni Aryashta. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2945 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *