Olahan Limbah Kelapa Sawit Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Pelaku UMKM

benuanta.co.id, TARAKAN – Promosikan kerajinan dari kelapa sawit, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mengajarkan petani sawit, pondok pesantren serta Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) se-kalimantan Utara (Kaltara) untuk mengolah limbah kelapa sawit jadi kerajinan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selain untuk memberdayakan limbah kelapa sawit juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang merupakan pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbahan dasar kelapa sawit.

“Kami dari badan perkebunan kelapa sawit ini adalah salah satu upaya kami untuk mempromosikan kebaikan kebaikan sawit. Kebaikan itu harus terus kita promosikan di daerah daerah yang menghasilkan sawit maupun daerah yang tidak tumbuh tanaman sawit namun kita tidak lepas dimana pun kita menggunakan produk produk yang menggunakan sawit 24 jam kita tidak lepas dari sawit,” ujar Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Helmi Muhansyah.

Baca Juga :  Ekspor Non Migas Periode Januari-Maret Meningkat 52,45 Persen dari Tahun Lalu

Dengan adanya pelatihan yang diberikan ia berharap desa-desa di Kaltara dapat mengembangkan, memberdayakan, mengolah dan memanfaatkan limbah kelapa sawit menjadi kerajinan melalui UMKM.

“Memang pada kesempatan kali ini masih terbatas sawit untuk kerajinan tetapi kalau sawit ini kita kembangkan di UKM akan banyak sekali, untuk kuliner kita bisa menggunakan minyak merahnya, kita bisa menggunakan untuk kriya batik itu malemnya dari kelapa sawit, dari kelapa sawit itu bisa jadi helm proyek, sepeda. Untuk industri cetak itu tintanya bisa dari sawit. Kalau sawit yang sudah tua itu bisa kita buat gula dari situ,” jelasnya.

“Kami siap terus untuk mendukung, berkolaborasi dengan Pemda, DPRD, dengan asosiasi, perguruan tinggi dan semua stakeholder berkolaborasi untuk terus mengembangkan UKM UKM yang berbasis kelapa sawit di Kaltara,” tambahnya.

Baca Juga :  Inflasi April 1,34 Persen, Komoditas Paling Dominan Angkutan Udara dan Emas

Terpisah, Pemateri Workshop sekaligus Pencetus Produk Kerajinan Sawit, Hendra Dermawan mengatakan ia akan memberikan dua jenis material kepada peserta yaitu transfer knowledge dan transfer skill.

“Pertama tentang kebaikan sawit dari limbah-limbahnya dan untuk menjawab sawit itu bukan merusak. Kedua kita akan berikan pemahaman skill mengubah limbah menjadi aneka produk kerajinanAda, tas dari lidi sawit, kota tisu, piring dan mangkuk dan produk-produk lainnya,” terangnya.

Dimana ia membeberkan produk-produk tersebut sudah di ekspor hingga keluar negeri. Melihat Kaltara merupakan wilayah yang memiliki banyak perkebunan sawit akan memberikan peluang kepada masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dari limbah sawit.

Baca Juga :  Harga Beras Premium Terpantau Turun

“Kalau luar negeri ke USA, Macau dan Malaysia peminatnya tinggi. Kalau ekspornya ada dua, satu lidi sawit itu di Pakistan India satu lagi itu produk kerajinan yang paling diminati itu tas dari lidi sawit,” paparnya.

“Nanti bersama-sama dengan teman-teman APKASINDO dan BPKS untuk bagaimana bercontinue  ada sebuah lining sektor disini untuk penjualan dsb seperti UMKM dibawah binaan APKASINDO dan pemerintah terkait. Jadi berkelanjutan tidak hanya pelatihan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2653 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *