DPUPR Kaltara Rancang Waterfront City Sungai Buaya

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Provinsi Kalimantan Utara, melakukan pekerjaan Perancangan Waterfront City Sungai Buaya/Selor di Kabupaten Bulungan pada tahun ini.

Kepala Dinas PUPR-Perkim Provinsi Kalimantan Utara, Helmi mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pihaknya untuk mengurai permasalahan yang ada pada Sungai Buaya. Pada tahun 2023 lalu, telah dimulai normalisasi pada sungai Buaya/Selor yang masih berlanjut hingga sekarang.

“Untuk mencegah semakin masifnya pembangunan di bantaran sungai yang membuat Sungai Selor semakin terbebani, diperlukan desain kawasan yang menjadikan sungai sebagai beranda depan atau waterfront,” katanya, Kamis (9/5/2024).

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Ring Road Tarakan Tumbuhkan Perekonomian Masyarakat

Dia memaparkan, maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyiapkan rencana/desain penataan fisik bangunan di sempadan Sungai Buaya/Selor, yang dilengkapi dengan gambar desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan fisik.

Lanjut Helmi, pekerjaan Perancangan Waterfront City Sungai Buaya/Selor bertujuan untuk terwujudnya dokumen rencana/desain fisik penataan Kawasan di bantaran Sungai Buaya/Selor yang mampu berfungsi sebagai struktur bangunan pelindung tepi sungai.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Ring Road Tarakan Tumbuhkan Perekonomian Masyarakat

“Ini penting untuk menjaga penampang sungai baik pada tebing maupun badan sungai/kali terhadap gejala meander/sedminetasi dan gerusan lokal yang disebabkan arus banjir serta penanganan terhadap yang longsor, serta dipadukan dengan penataan lansekap kawasan yang berkonsep sungai sebagai beranda depan,” paparnya.

Adapun, sasaran kegiatan ini antara lain tersedianya acuan desain baik secara teknis dan non teknis bagi stakeholder pelaksana fisik/pembangunan pelindung tepian sungai; mengamankan lingkungan sungai, masyarakat dan fasilitas umum sekitar sungai dari ancaman bahaya longsoran tebing sungai; Terkendalinya penataan kawasan sepanjang bantaran Sungai Buaya/Selor sebagai waterfront city/kota tepian.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Ring Road Tarakan Tumbuhkan Perekonomian Masyarakat

“Dengan begitu, permasalahan yang dapat ditimbulkan yaitu pencemaran, kesemrawutan lingkungan, dan sampah bisa diminimalisir,” pungkasnya.(adv)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2944 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *