Lulusan SD Lebih Banyak dari SMP di Berau

benuanta.co.id, BERAU – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau telah mencatat bahwa Angka Partisipasi Murni (APM) pada jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Berau sebesar 99,65 persen dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 80,88 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau Mardiatul Idalisah mengatakan, jenjang SD memiliki kondisi lebih baik, karena orang tua dinilai sadar akan pentingnya pendidikan untuk anak.

“APM jenjang SD pada tahun 2023 ditarget sebesar 100 persen. Dan realisasinya sebesar 98,38 persen dengan kategori berhasil walaupun belum mencapai 100 persen,” ucapnya, Sabtu (27/4/2024).

Realisasi tersebut diperoleh dari data jumlah siswa usia 7-12 tahun pada jenjang SD/MI/SDLB/paket A sebanyak 32.221 siswa dibanding dengan jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun sebanyak 33.465 jiwa.

“Nilai ideal APM mendekati atau mencapai 100 persen apabila anak usia sekolah bersekolah sesuai dengan usia resmi masuk jenjang SD dan tidak mengulang atau putus sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :  77 Kampung di Berau Diberikan Dana Karbon

Begitu pula kata dia, tentang APM pada jenjang SMP di tahun 2023 ditargetkan sebesar 100 persen dan terealisasi sebesar 80,88 persen.

“Realisasi itu diperoleh dari data jumlah siswa pada jenjang SMP/MTS/SLB/paket B sebanyak 17.261 siswa dibanding dengan jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun sebanyak 17.178 jiwa,” ungkapnya.

Dengan demikian, pihaknya menilai dapat dikatakan bahwa jenjang SD mempunyai kondisi yang lebih baik, jika dibandingkan dengan jenjang SMP.

“Karena anak yang bersekolah di jenjang SD paling banyak, jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan jika melihat Angka Partisipasi Kasar (APK) hasilnya tidak jauh berbeda.

“Mengacu pada data 2022, capaian kinerja APK tertinggi pada jenjang SD sebesar 103,87 persen dan dinilai berhasil. Serta, capaian kinerja APK jenjang SMP sebesar 89,43 persen dengan kategori cukup baik walaupun belum mencapai 100 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  Begini Penjelasan Wamen Ketenagakerjaan soal Peraturan Baru Presiden Tentang Tapera

Nilai ideal APK mendekati atau mencapai 100 persen bila anak usia sekolah bersekolah sesuai dengan usia resmi masuk jenjang SD dan tidak mengulang dan putus sekolah.

“APK jenjang SD turun dari tahun sebelumnya karena kesadaran orang tua mendaftarkan identitas anak di Disdukcapil sudah tinggi,” imbuhnya.

Namun, juga dibarengi dengan kesadaran untuk menyekolahkan anaknya. Meski diakuinya masih ada beberapa persen anak yang tidak sekolah.

Namun, kebanyakan mereka merupakan anak yang pindah sekolah ke luar daerah tapi Dapodik masih tercatat di Kabupaten Berau. Sehingga, masuk dalam kategori anak putus sekolah.

“Masyarakat sudah banyak yang sadar untuk menyekolahkan anaknya di SD. Berbeda dengan tingkat SMP, cukup banyak yang putus sekolah,” bebernya

Baca Juga :  Mess PT TBPP Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Salah satu kendalanya karena SMP tidak sampai ke pedalaman Berau seperti Kelay dan Segah.

Begitu pula banyak anak-anak yang memutuskan mengambil Paket B di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) padahal sudah banyak melakukan sosialisasi dan berkoordinasi dengan kepala kampung setempat.

“Sayangnya kesadaran mereka masih rendah. Tinggal sedikit lagi tugas kami untuk menuntaskan kesadaran sekolah di pedalaman. Saya sendiri sudah pernah kesana, kita dekati kadang mereka malah menjauh,” terangnya.

“Mudah-mudahan ke depan angka partisipasi sekolah pada jenjang SMP terus meningkat. Dan orang tua sadar akan pentingnya pendidikan untuk anak,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2963 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *