Dinas Perikanan Berau Masih Menyelidiki Penyebab Penyu Mati

benuanta.co.id, BERAU – Hingga kini kasus matinya penyu beberapa hari lalu di perairan Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Derawan, belum menemui titik terang.

Pengawas Perikanan Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Budi Haryanto menerangkan, belum bisa memastikan penyebab kematian beberapa penyu tersebut.

“Bisa jadi bom ikan, tapi ada yang bilang karena terkena baling-baling mesin kapal. Jadi saat ini kita tidak bisa pastikan penyebabnya,” ungkapnya, Sabtu (6/4/2024).

Namun, sambung dia, indikasi sementara mengarah kedua hal tersebut, yakni antara dampak dari Ilegal Fishing atau terkena baling-baling dari mesin kapal.

Baca Juga :  Maksimalkan Pelayanan, 21 Puskesmas Diupayakan Naik Kelas Jadi BLUD

“Kami bersama BKSDA mau memastikan dulu, tapi dugaan kuatnya dua hal itu. Tapi biasanya kalau pengeboman di Pulau Panjang jarang terjadi. Tentunya kalau memang bom itu ada tanda bekas pengeboman,” ucapnya.

Maksud dari tanda tersebut, dijelaskan Budi bahwa ciri-ciri bentuk pecahnya cangkang penyu lebih kearah terkena baling-baling mesin kapal.

“Sehingga, kami belum meyakini bahwa adanya pengeboman di sekitar wilayah Pulau Panjang sangat kecil,” bebernya.

Baca Juga :  KPU Minta Pemkab Segera Setujui Pembentukan Sekretariat PPK Tiap Kecamatan

“Pihak kami sudah berdiskusi bersama BKSDA, jika terkena bom sangat kecil karena ciri-cirinya tidak sama. Tapi sebagian ada juga yang bilang bahwa itu ulah dari bom,” tambahnya kepada benuanta.co.id.

Ia pun juga menilai jika dilihat dari video beredar pada laman media sosial akibat terkena baling-baling kapal.

“Kalau dari penilaian saya, dilihat dari video yang beredar itu lebih terkena baling-baling,” jelasnya.

Kendati demikian, Diskan Berau bersama pihak terkait akan menyelidiki kasus tersebut terlebih dahulu.

Baca Juga :  Pemkab Berau Siap Buka Seleksi CPNS 2024

“Sebab, belum ada bukti konkret menunjukan bahwa kematian penyu itu. Pastinya akan kami dalami dulu penyebabnya. Kepastian dalang matinya belum tentu terkena bom,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2923 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *