Tiga Wilayah Penyumbang Inflasi di Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Inflasi year on year (yoy) bulan Maret di tiga wilayah di Kalimantan Utara (Kaltra) yaitu Tarakan, Bulungan dan Nunukan mencapai angka 0,42 persen atau 2,62 persen.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Kepala Perwakilan, Kepala Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Kalimantan Utara, Seno Indarto. Ia mengungkapkan inflasi di Kaltara masih berada dalam target nasional karena berada di bawah capaian nasional yaitu sebesar 3,05 persen (yoy).

“Tapi, secara nasional inflasi kita itu memiliki beberapa tantangan seperti pasokan yang terbatas. Dan Kaltara ini tercatat (inflasi) masih berada dalam target nasional dan di bawah capaian nasional sebesar 3,05 persen (yoy),” ungkapnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Perkuat Sinergi Perlindungan Pekerja Sektor Jasa Konstruksi melalui FGD

Secara garis besar, Indonesia memiliki tantangan di antaranya gejolak geopolitik, yakni dampak perang Ukranina dan Rusia, sehingga Indonesia perlu mewaspadai krisis pangan dan energi.

Tak hanya itu saja, tantangan global yang masih tinggi dikarenakan gejolak global juga menjadi salah satu tantangan. Hal tersebut menjadi risiko utama inflasi 2024 secara nasional ini sebagian besar ialah dari gejolak global.

Baca Juga :  Beragam Inovasi dan Teknologi Dukung Grup PHI di Zona 9 Lampaui Target Produksi Migas 2025

Ia mengungkapkan di Kaltara sendiri, penyumbang inflasi terbesar ialah beras dengan angka 0,17 persen. Selanjutnya ada telur ayam sebesar 0,14 persen, cabai rawit sebesar 0,08 persen, ikan layang dan ikan bandeng yang masing-masing sebesar 0,05 persen.

Selain penyumbang inflasi, ada juga penyumbang deflasi di antaranya cabai rawit sebesar 0,12 persen, angkutan udara 0,010 persen, bawang merah 0,05 persen, daging ayam ras, 0,04 persen dan sawi hijau sebesar 0,02 persen.

Sementara itu, pada kategori makanan, minuman dan tembakau mencapai angka 6,28 persen, transportasi mencapai angka 0,92 persen, perumahan, listrik dan bahan bakar rumah tangga mencapai 0,00 persen (yoy).

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Gandeng DMI Kaltara: Berikan Perlindungan Jaminan Sosial bagi Ekosistem Masjid

“Saat ini kondisi inflasi Kaltara diambil dari 3 kabupaten kota yakni Tarakan yang memiliki angka inflasi sebesar 0,10 persen, Tanjung Selor sebesar 0,31 persen dan Nunukan sebesar 1,04 persen,” jelasnya.

“Ketiga kabupaten kota ini memiliki angka inflasi yang lebih tinggi dibandingkan inflasi periode sebelumnya,” pungkasnya. (*) 

Reporter: Sunny Celine

Editor: Nicky Saputra 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *