Polisi Dalami Saksi Kebakaran di Kampung Enam

benuanta.co.id, TARAKAN – Dua bangunan hangus dalam insiden kebakaran di Gang Cempaka RT 11 Kelurahan Kampung Enam pada Senin, 1 April 2024. Diketahui, awalnya kebakaran terjadi di salah satu rumah milik Subandi sekira pukul 20.06 WITA lalu merambat ke kos-kosan milik Ali.

Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kapolsek Tarakan Timur, IPTU Ridho Aldwiko mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Babinkamtibmas Kelurahan Kampung Enam bahwa telah terjadi kebakaran tepatnya di rumah milik Subandi. Setelahnya, melakukan koordinasi di group WhatsApp penanggulangan bencana dan langsung menuju ke TKP.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2010 votes

“Waktu saya ke TKP, anggota saya sudah disana lebih awal. Posisinya setengah 20.30 WITA itu sudah ada pemadam kebakaran dan sekitar pukul 21.30 WITA itu sudah padam tapi masih proses pendinginan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga :  Pria yang Gantung Diri di Juata Laut Sempat Tulis Wasiat

Dilanjutkannya, rumah milik Subandi dalam kondisi hangus total. Sementara milik Ali ialah kos-kosan yang terbakar sebanyak 2 pintu. Disebutkan Ridho, awal mula api berasal dari lantai 2 rumah milik Subandi.

“Kos-kosan itu terbakar separuh. 2 pintu yang terbakar,” ujarnya.

Sebelumnya juga terdapat salah seorang korban yang meninggal dunia. Ridho menepis adanya informasi bahwa korban meninggal akibat kebakaran.

Saat itu, posisi korban yang berusia 60 tahun itu berada di luar rumah dan melihat rumah keluarganya terbakar lalu terdapat banyak orang yang berkerumun di titik api tersebut.

Baca Juga :  Pemkot Tarakan Tak Berlakukan WFH bagi ASN

“Awalnya pingsan kan lalu dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia. Korban shock saja, karena pas di sebelah rumahnya itu terbakar,” lanjutnya.

Pihaknya juga telah menerbitkan laporan polisi dari kebakaran ini. Adapun olah TKP akan dilakukan oleh Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan. Hingga sejauh ini, pihaknya belum mengetahui musabab mengamuknya di jago merah tadi malam.

“Informasi dari warga sekitar karena listrik. Tapi belum bisa kita simpulkan juga karena belum olah TKP. Kalau menurut saya titik api dilantai dua mungkin karena listrik juga bisa, tidak mungkin ada dapur di lantai 2,” bebernya.

Baca Juga :  Terdakwa Tipikor Pembangunan Rumah Kuliner Kotaku Dituntut Pidana 2,6 Tahun

Pihaknya juga telah memeriksa 2 orang saksi yang berasal dari warga sekitar dan pemilik rumah. Namun, pemeriksaan yang didapat hanya menghasilkan keterangan awal, sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Saat ini, kondisi kedua bangunan tersebut sudah digaris polisi untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang mendekat di TKP.

“Kita baru pemeriksaan awal saja. Karena posisinya masih berduka, sore ini kita akan lanjutkan pemeriksaan ke pemilik rumah. Informasinya api dari lantai 2, mungkin karena listrik, tidak mungkin ada dapur di lantai dua,” pungkas perwira balok dua itu.(*)

Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *