Konvergensi Mendukung Pertumbuhan Awan Hujan di Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Adanya konvergensi di beberapa wilayah di Kaltara membuat kondisi cuaca cenderung hujan beberapa waktu terakhir. Wilayah konvergensi ini berpotensi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan.

Zona konvergensi dalam meteorologi adalah wilayah di atmosfer tempat dua aliran bertemu dan berinteraksi, biasanya menghasilkan kondisi cuaca yang berbeda. Hal ini menyebabkan penumpukan massa yang akhirnya mengarah pada pergerakan vertikal dan pembentukan awan serta curah hujan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1939 votes

Forecaster BMKG Tarakan, Danurahni Aryashta mengatakan, selain faktor tersebut terdapat pula labilitas udara di wilayah Kaltara, khusus wilayah Kota Tarakan dan Kabupaten Malinau. Sementara untuk wilayah Kabupaten Nunukan, Bulungan dan Tana Tidung juga terdapat potensi serupa.

Baca Juga :  Ratusan Pasien RSUD JSK Dievakuasi Akibat Kepulan Asap Muncul di Lantai 3, Kipas Angin Diduga Pemicu Asap

“Nunukan itu khususnya bagian Krayan, lalu di Bulungan wilayah Tanjung Selor dan Tanjung Palas terdapat potensi hujan juga,” katanya, Selasa (2/4/2024).

Ia melanjutkan, kondisi hujan di wilayah Tarakan dan Bulungan akan cenderung terjadi hujan pada pagi hari sekira pukul 06.00 hingga 08.00 WITA. Sementara wilayah Nunukan dan Malinau diperkirakan hujan akan turun pada dini hari.

“Mentarang Hulu, kemudian Nunukan di Lumbis itu terjadi sekitar dini hari,” lanjutnya.

Meski terdapat faktor labilitas cuaca, kecepatan angin dan ketinggian gelombang di perairan terpantau normal. Sejauh ini diperkirakan kecepatan angin rata-rata 2 sampai 15 knots, gelombang juga terpantau rendah yang berkisar 0,5 sampai 1,25 meter.

Baca Juga :  Dugaan Kebakaran di RSUD JSK, Polisi Simpulkan Korsleting Kipas Angin 

“Tapi ada risiko tinggi pelayaran, apalagi karena ada hujan lokal sehingga berpotensi ada cuaca buruk di perairan,” imbuhnya.

Diuraikan Danurahni, risiko tinggi tersebut diperuntukkan bagi perahu nelayan dengan prediksi kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang diperkirakan memiliki kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Lalu untuk kapal ferry diperkirakan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar dengan prakiraan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.

Baca Juga :  Atasi Masalah Lingkungan, Pj Wali Kota Tarakan Upayakan Penanganan Sampah 

“Kondisi hujan ini diperkirakan masih akan berlangsung dua hingga tiga hari ke depan,” pungkas Danu.

Berikut prakiraan Tinggi Gelombang Hari Ini

Perairan Kalimantan Utara :

Arah Angin Utara – Timur, 2 – 15 knots

Tinggi Gelombang 0.5 – 1.25 m

Perairan Sulawesi Bagian Barat :

Arah Angin Timur Laut- Timur, 8 – 20 knots

Tinggi Gelombang 1.25 – 2.50 m. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *