Diduga Menghina Profesi Wartawan, Oknum BPD di Sebatik Dilaporkan ke Polisi

benuanta.co.id, NUNUKAN – Diduga menghina profesi wartawan melalui media sosial group WhatsApp, seorang oknum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupeten Nunukan berinisial ARH di laporkan ke polisi.

Laporan tersebut merupakan buntut dari hasil percakapan di Group WhatsApp “Peduli Sebatik”, yang mana, diduga telah terjadi pelecehan terhadap profesi jurnalistik yang dilakukan ARH pada Ahad, (31/3/2024) sekitar pukul 18.18 Wita.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1889 votes

Gazalba Tahir selaku penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan sekaligus ketua Bidang Advokasi dan Hukum Serikat Media Siber Indonesia(SMSI) Nunukan, mengatakan oknum BPD desa tersebut dianggap telah memberikan pernyataan yang sangat tidak pantas dan mencederai profesi wartawan khususnya yang ada di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Sri Mulyani Percaya Forum di MK jadi Cara Merawat Nalar Publik

“Dalam screenshot percakapan group WhatsApp tersebut, yang bersangkutan mengatakan 5 W , Wajah-wajah wartawan warung kopi menanti waktu makan gratis sambil menggunakan emoticon ketawa,” kata Gazalba.

Diungkapkannya, wartawan adalah profesi mulia dan telah memiliki kontribusi besar terhadap negara dan ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan, dalam setiap kegiatan jurnalistiknya, wartawan dilindungi oleh Undang-undang.

Baca Juga :  Mensos Risma: BLT El Nino Sudah Melalui Persetujuan DPR

Sehingga dengan adanya penghinaan dan pelecehan terhadap profesi wartawan ini membuat para wartawan di Kabupaten Nunukan merasa geram maka harus segera ambil tindakan tegas dengan melaporkan oknum tersebut ke pihak berwajib.

“Sebagaimana pasal 18 ayat (1) Undang-undang Pers telah memuat ancaman hukuman paling lama 2 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500 juta terhadap penghinaan profesi wartawan/Jurnalistik,” tegasnya.

Gazalba menegaskan, kasus dugaan penghinaan terhadap wartwan ini dipastikan berlanjut di pihak Kepolisian sebagaimana laporan tersebut telah terregistrasi Nomor : STTP/82/III/2024/Reskrim.

Baca Juga :  Muhadjir Tegaskan Tugas dan Fungsi Kemenko PMK tak Terkait Pemilu

Sementara itu, Anto Leo selaku Ketua SMSI Nunukan berharap agar kasus penghinaan tersebut cepat diproses oleh aparat kepolisian.

“Tentunya kita berharap kasus ini bisa segera di proses oleh pihak Kepolisian, sebab perbuatan yang dilakukan oleh oknum BPD tersebut sangat mencederai profesi wartawan, khususnya kita bersama dengan teman-teman yang ada di Kabupaten Nunukan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *