Ketua DPRD Nunukan Harap Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dalam Penyusunan Rancangan Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) 2025 Pemerintah Daerah harus memprioritaskan Pembangunan dibidang Pendidikan dan Kesehatan.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Hj. Leppa, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Pemerintah Daerah (Pemda) tingkat Kabupaten Nunukan pada Senin, 25 Maret 2024.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1997 votes

“Pembangunan di Kanbupaten Nunukan masih ada yang keliru, saya berharap Pemkab Nunukan untuk lebih memperhatikan Infrastruktur Pendidikan, jangan terburu buru membangun Ruang Kelas Baru (RKB) karena membangun tapi tidak lengkap fasilitasnya, banyak Gedung Sekolah akhirnya mangkrak,” kata Hj Leppa.

Baca Juga :  Mudik Lebaran Kepolisian Tak Temukan Calo Tiket Pelni

Menurutnya, infrastruktur pendidikan seperti membangun RKB harus se paket dengan prasarana belajar, aga siswa sekolah dapat memanfaatkan langusng ruang kelas tersebut.

Banyak RKB yang di bangun dia meyayangkan hal itu, karena tidak tersedia kursi, meja dan lemari di dalam kelas, sehinnga menunggu lagi anggaran berikutnya, baru bisa digunakan.

“Kalua memang tidak ada anggaran di tunda saja dulu daripada RKB-nya tidak ditempati, mubazirkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Mudik Lebaran Kepolisian Tak Temukan Calo Tiket Pelni

Disampaikannya, harus menjadi catatan Pemda di dalam penyusunan RKPD 2025, agar pemerintah perlu memilah program kegiatan, dan lebih memperioritaskan program pembanguan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Selain itu infrastruktur pendidikan, Ketua DPRD Nunukan ini juga memberikan masukan di bidang kesehatan, bahwa kesehatan harus dilaksanakan secara menyeluruh, bukan hanya kalangan atas yang perlu kesehatan saja tapi perhatikan juga masyarakat di bawah.

Baca Juga :  Mudik Lebaran Kepolisian Tak Temukan Calo Tiket Pelni

“Sekarang musim kemarau memunculkan penyakit DBD, Dinas Kesehatan perlu bertindak cepat untuk melakukan fogging dalam upaya pencegahan, sebelum terjadi peningkatan kasus DBD,” terangnya.

Lebih baik sesegera diantisipasi, jangan sampai ada menemukan kasus baru. Baru kebingungan, jika telah berdampak luas dimasyarakat. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *