Naik 3 Persen, Kebutuhan Uang Periode Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2024 Diperkirakan 671 Miliar

Tarakan – Semarak menyambut bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1445H khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Prov Kaltara) menyelenggarakan kegiatan “Kick Off Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri 1445H (SERAMBI) 2024 dengan agenda Layanan Penukaran Bersama Perbankan Periode Ramadhan dan Idul Fitri 1445H, yang dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2024.

SERAMBI 2024 bertujuan menyediakan uang Rupiah dan memberikan layanan kas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan awareness masyarakat terkait Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya, serta sistem distribusi uang yang efisien dengan layanan kas prima. Kegiatan ini dibuka oleh Wahyu Indra Sukma selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Pimpinan Perbankan di Tarakan serta stakeholder terkait.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2000 votes

Dalam sambutannya, Indra menyampaikan bahwa dalam rangka mengantisipasi kebutuhan transaksi tunai masyarakat di wilayah Kalimantan Utara khususnya terkait dengan kebutuhan uang Rupiah pecahan layak edar selama Ramadhan dan Idul Fitri 1445H. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan melalui siklus tahunan, data yang ada menunjukkan bahwa selama periode Ramadhan dan Idul Fitri secara umum kebutuhan uang tunai mengalami peningkatan di masyarakat Kalimantan Utara”. Tutur Indra.

Baca Juga :  Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,94 Persen Tahun 2023

Lebih lanjut Indra mengatakan kebutuhan uang (outflow) Periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) Tahun 2024 diperkirakan sebesar 671 Miliar atau mengalami kenaikan sebesar 3% dibanding realisasi tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp 651 Miliar. Kenaikan proyeksi ini sebagai langkah antisipasi dari meningkatnya kegiatan aktivitas ekonomi masyarakat Kalimantan Utara pada saat Idul Fitri 1445H. Proyeksi kebutuhan uang sebesar Rp 671 Miliar tersebut terdiri dari Uang Pecahan Besar (Rp100.000,- dan Rp50.000,-) sebesar Rp635,5 Miliar, sedangkan Uang Pecahan Kecil (Rp20.000,- ke bawah) sebesar Rp 35,4 Milliar.

Lebih lanjut Indra mengatakan bahwa KPwBI Prov Kaltara telah menyiapkan persediaan uang kartal sebesar Rp 817,3 Miliar. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat baik dari jumlah nominal maupun pecahan yang dibutuhkan oleh masyarakat atau sebesar 21% diatas proyeksi kebutuhannya. Penyediaan kebutuhan uang tunai tersebut telah memperhatikan berbagai asumsi makroekonomi terkini.

Baca Juga :  Pengeluaran per Kapita Sebulan Daerah Perkotaan untuk Makanan Rp 817.846

Pada periode Ramadhan dan Idul fitri 1445H Bank Indonesia bersinergi bersama perbankan melayani penukaran Uang Rupiah di 55 titik penukaran resmi dengan melibatkan 37 Perbankan yang tersebar di Provinsi Kalimantan Utara yaitu Kota Tarakan, Kab. Bulungan atau Tanjung Selor, Kab. Malinau, Kab. Nunukan, Kab. Tana Tidung. Untuk mengetahui lokasi dan waktu layanan penukaran dalam kota yang dilakukan Bank Indonesia, masyarakat dapat mengakses Aplikasi PINTAR dan mendaftar penukaran melalui aplikasi yang bisa diakses melalui pintar.bi.go.id.

Bank Indonesia bersama perbankan di Kota Tarakan akan melayani penukaran uang Rupiah bersama di satu titik yang akan dimulai pada tanggal 2 s.d 4 April 2024 bersama dengan Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA dan BPD Kaltimtara. Selain itu masyarakat yang berada di luar kota Tarakan dapat melakukan penukaran uang Rupiah pada perbankan umum di daerah masing-masing dimulai sejak 20 Maret 2024 – 8 April 2024. dilakukan setiap hari kerja”, sambungnya. Layanan kas keliling Bank Indonesia dilakukan sebanyak 15 kali untuk kas keliling dalam kota dan kas keliling luar kota sebanyak 3 kali dengan target minimal 1.800 orang penukar.

Bank Indonesia juga mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi pembayaran secara non tunai di antaranya QRIS, memperluas kepersertaan BI-FAST termasuk kanal layanan dan akseptasi masyarakat, serta mendorong Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk mempersiapkan infrastruktur guna menghadapi peningkatan transaksi di bulan Ramadan dan Idulfitri 1445 H. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia menempuh langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran non tunai. Bank Indonesia memastikan kesiapan (ketersediaan dan keandalan) sistem dan layanan kritikal Bank Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang diselenggarakan Bank Indonesia (tunai dan nontunai), termasuk memantau sistem peserta dalam memberikan pelayanan transaksi pembayaran.

Baca Juga :  Tim Energi Tarakan Ikuti Lomba TTG dan Posyantek Tingkat Provinsi Kaltara

Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk berperilaku belanja bijak dan mencermati ciri-ciri keaslian Uang Rupiah dengan senantiasa menerapkan 3D (dilihat, diraba dan diterawang). Belanja bijak diwujudkan dengan belanja sesuai kebutuhan (tidak berlebihan, memastikan kualitas setara dengan harga, dan tidak menimbun pembelian), belanja produk dalam negeri (khususnya produk UMKM), dan mengalokasikan dana secara tepat (berhemat dan menabung). Pada periode Tahun ini kami mengajak masyarakat untuk menggunakan kanal-kanal digital dalam pembayaran khusus periode RAFI seperti hastag “Kasih THR, Cashless Aja”(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *