Dinas Pendidikan Tegaskan PPDB Tidak Boleh Pakai Kartu Keluarga Tempel

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2024, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) pastikan tidak ada perubahan aturan dari tahun sebelumnya.

Kepala Disdikbud Kaltara, Teguh Henri Sutanto mengatakan PPDB tahun ini masih menggunakan sistem zonasi. Sistem zonasi merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menghadirkan pemerataan akses pada layanan pendidikan, serta pemerataan kualitas pendidikan nasional.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1987 votes

“Sementara ini tidak ada yang berubah dari tahun sebelumnya,” ucapnya Senin, (18/3/2024).

Baca Juga :  Alat Tangkap Mini Trawl, DKP Kaltara: Sesuaikan Zona Penangkapan

Dijelaskan Teguh, untuk jalur afirmasi masih tetap 20 persen untuk penerimaan peserta didik baru, jalur prestasi 15 persen, jalur mutasi 5 persen, zonasi 40 persen, dan jalur keluar tidak mampu 20 persen.

“Jadi bedanya tahun ini (2024) dengan tahun 2023 tidak ada lagi Kartu Keluarga (KK) tempel atau numpang nama di KK keluarga atau orang lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Persetujuan Pembentukan Pengadilan PHI dan Tipikor Kaltara Agustus Ini?

Tahun ini peserta didik yang mendaftar ke sekolah-sekolah harus didampingi orang tua, ia juga mengakui bahwa tahun sebelumnya untuk penerimaan peserta didik baru banyak siswa yang ikut dalam kartu keluarga orang lain.

“Tahun sebelumnya KK tempel itu ada dan banyak, KK tempel itu seperti memasukan nama seseorang tetapi bukan anggota keluarga,” tuturnya.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Kabinda Kaltara Beberkan Potensi Besar Hoaks

Untuk mengetahui itu semua sebut Teguh, pihaknya hanya melihat KK yang tertera status anak kandung dan jika KK tempel maka statusnya berbeda.

“Jadi sistem zonasi masih berlaku karena itu juga kebijakan dari pemerintah pusat,” terangnya sembari memprediksi jumlah pendaftar PPDB tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya.(*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar