Investor Singapura Tertarik Bangun Desalinasi di Kaltara

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pada tahun 2023 lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menawarkan sejumlah potensi investasi di Kaltara pada kegiatan Kaltara Investment Forum (KIF).

Salah satunya investasi pada sektor pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Hal ini dinilai penting, mengingat masih banyak daerah di Kaltara yang kebutuhan air bersihnya belum terpenuhi, utamanya di daerah pulau-pulau seperti Tarakan dan Nunukan.

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman mengatakan, untuk pemenuhan kebutuhan air bersih ini sudah dilirik oleh investor Singapura.

Baca Juga :  Sektor Energi dan Pariwisata Potensial Tambah Investasi Kaltara

“Ada investor dari Singapura yang sudah melakukan penjajakan untuk pembangunan desalinasi di Nunukan, sebuah teknologi mengolah air asin menjadi air tawar,” ujarnya, Jumat (15/3/2024).

Sistemnya nanti memanfaatkan air asin untuk kebutuhan air bersih di Nunukan. Ini karena kondisi di Nunukan saat ini sering mengalami kekeringan. Tak hanya di Nunukan, tapi di setiap pulau mengalami hal yang sama, termasuk di Tarakan.

Baca Juga :  DPMPTSP Buka Keran Hilirisasi dan Kemudahan Investasi di Kaltara

“Tapi kita masih satu-satu. Sekarang ini Nunukan dulu. Kemarin kita sudah komunikasi waktu Kaltara Investment Forum di Jakarta. Mereka juga sudah mulai menjajaki, kira-kira seperti apa kondisinya,” katanya.

Mengingat ini merupakan teknologi tinggi, sehingga investor juga harus memperhitungkan bagaimana distribusi air itu dan lain sebagainya. Untuk nilai investasi, ia mengaku saat ini pihaknya belum mengetahui persis berapa.

“Sekarang mereka juga masih dalam proses perhitungan. Tapi kalau estimasi kebutuhan anggarannya itu miliaran,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPMPTSP Buka Keran Hilirisasi dan Kemudahan Investasi di Kaltara

Sebenarnya, pada KIF di Jakarta itu Pemprov Kaltara menawarkan pembangunan transmisi air bersih. Jadi teknisnya itu pembangunan pipa dari sungai menuju ke Pulau Nunukan. Tapi ternyata investor ini menawarkan teknologi yang mereka miliki.

“Mereka bilang, kita punya teknologi itu, kenapa tidak itu saja. Mungkin pikiran mereka karena mereka sudah biasa di beberapa negara,” tutupnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *