DPUPR Berau akan Bangun Jembatan Belly di Kampung Long Ayan

benuanta.co.id, BERAU – Kepala Kampung (Kakam) Long Ayan, Hardiansyah beri usulan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk segera merealisasikan perawatan jalan kampung sepanjang 15 Kilometer dan rehabilitasi jembatan.

Pasalnya dari beberapa usulan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2023, Kampung Long Ayan tidak mendapatkan realisasi pembangunan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2018 votes

Bahkan pihak Kepala Kampung sempat berencana untuk menggunakan Alokasi Dana Kampung (ADK) untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Namun saat dikonfirmasi ke inspektorat, dijelaskan jalan tersebut statusnya sudah milik kabupaten sehingga kabupaten lah yang harus memperbaiki,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jawab Keluhan Bupati, Manajemen RSUD Abdul Rivai Bentuk Layanan Sapa Aku

Selain jalan pihaknya juga meminta rehabilitasi jembatan yang ada di Kampung Long Ayan. “Saya berharap usulan prioritas di tahun ini bisa terealisasi,” ungkap Hardiansyah.

Adapun usulan prioritas yang diajukan di antaranya rehabilitasi jalan kampung sepanjang 15 KM, drainase jalan, rehabilitasi dua jembatan, dan ketersediaan listrik dan air.

“Padahal itu menjadi kebutuhan dasar tapi belum terpenuhi, makanya tadi saya bersama ketua BPK dan ketua adat kampung membawa dokumen berisi usulan pembangunan infrastruktur agar mendapat disposisi Bupati Berau,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menambahkan terkait kondisi jembatan yang ada di jalan poros menuju Kampung Long Ayan hanya terbuat dari kayu log yang ditutupi tanah.

Baca Juga :  Wisatawan di Pulau Derawan Keluhkan Listrik Sering Padam

“Sehingga saat musim hujan celah yang ada di jembatan tersebut terbuka. Memang kondisinya perlu penanganan, pembenahan dan perbaikan setelah Musrenbang kemarin ada anggota ini yang langsung mengecek kelapangan,” tuturnya.

Disampaikannya dalam program khusus di Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) 2024 belum ada program khusus. “Rencananya kita akan buatkan jembatan sementara, walaupun hanya sementara daya dukungnya besar juga karena bisa dilewati oleh kendaraan,” bebernya.

Baca Juga :  Disbudpar Angkat Bicara Penarikan Retribusi Sepihak di Pulau Derawan

Untuk sementara pihaknya akan membangunkan jembatan belly sembari menunggu pemrograman selanjutnya.

“Bentang jembatan 20 hingga 28 meter harus memiliki proyek perencanaan terlebih dahulu. Kita akan coba mengecek ketersediaan material untuk pembuatan jembatan belly ini. Dan ini bisa di bongkar jadi begitu ada program permanen kita akan ganti,” imbuhnya.

Dirinya menegaskan anggaran tahun 2024 masih memiliki waktu yang panjang sehingga pihaknya mengupayakan usulan tersebut bisa terealisasi.

“Material ada di kantor tapi harus disiapkan dulu, kita upayakan tahun ini karena jadi target kami juga,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *