Pasar Ramadan di Bulungan Potensi Tingkatan Pendapatan Pelaku UMKM

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Stan pasar ramadan di Kota Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara mulai dipersiapkan oleh para pedagang.

Spot pasar ramadan ini masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni di Lapangan Ahmad Yani, Tanjung Selor.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1898 votes

Asisten 1 Pemkab Bulungan, Jamaludin sebelumnya mengungkapkan dengan adanya pasar ramadan ini, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi para pelaku usaha di Bulungan.

Baca Juga :  Ribuan APK Hasil Pemilu di Bulungan Dimusnahkan Bawaslu

“Kita berharap, pasar Ramadan ini dapat memberikan manfaat positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha,” katanya, Senin (11/3/2024)

Sementara itu, Ketua asosiasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Tepian Sungai Kayan, Erik saat dikonfirmasi mengatakan untuk pasar Ramadan di Lapangan Ahmad Yani Tanjung Selor, telah bangun stan khusus terhadap para pedagang.

Dikatakan, berdasarkan data yang dimiliki tercatat ada sebanyak 60-70 pedagang yang telah terdaftar untuk menjajakan takjil pada saat ramadan.

Baca Juga :  Sebagain Besar Wilayah Bulungan Terjadi Hujan Ringan hingga Lebat

“Untuk titik para PKL yang saya ketahui hanya di Lapangan Ahmad Yani, Tanjung Selor, Bulungan. Kalau titik selain itu, di mana saja atau berapa jumalahnya saya belum ketahui,” ungkapnya.

Pasar ramadan ini biasanya menyajikan beragam takjil sebagai menu buka puasa bagi umat Muslim.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, Imam Sujono menambahkan, para pelaku usaha yang menjajakan takjilnya diharapkan tetap memperhatikan unsur higienis.

Baca Juga :  Ribuan APK Hasil Pemilu di Bulungan Dimusnahkan Bawaslu

“Biasanya kita nanti akan ada sidak untuk ambil sample makanan Takjil,” tambahnya.

Sampel yang diambil, sambung dia berupa minuman, makanan atau yang lain.

“Kita akan menguji dengan membeli makanan, tujuannya pengambilan sampel dilakukan untuk menguji jenis makanan dan minuman yang disajikan tidak mengandung zat berbahaya,” tutupnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *