Pertamina Depo Tegaskan Muatan Solar LCT SPOB Mayon yang Tenggelam Sudah Sesuai

benuanta.co.id, TARAKAN – Kapal Landing Craft Tank (LCT) Self Propelled Oil Barge (SPOB) Mayon yang karam di Perairan Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan pada 1 Maret 2024 dipastikan tak kelebihan muatan minyak.

Hal ini disampaikan langsung oleh Pertamina Depo Tarakan, yang menyebut Kapal LCT SPOB Mayon mengangkut jenis solar sebanyak 100 kilo liter (KL). Hal tersebut pun sudah sesuai dengan kapasitas dari LCT SPOB Mayon.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1911 votes

Sales Branch Manager Industry Rayon V Kaltimut Pertamina Depo Tarakan Fandi Harianto mengatakan, pengangkut solar di Kapal LCT SPOB Mayon sudah sesuai standar. Bahkan, jika muatan kapal tersebut dikurangi dari kapasitas yang sebenarnya akan berakibat fatal.

Baca Juga :  Sebagain Besar Wilayah Bulungan Terjadi Hujan Ringan hingga Lebat

“Cuma memang karena cuaca buruk, beda cerita. Biasanya memang pengisian maksimum 100 kilo liter. Justru LCT yang muatannya kurang malah bahaya karena draftnya tidak sesuai dengan kapasitas aslinya,” katanya, Rabu (6/3/2024).

Kapal tersebut, juga sudah dinilai sudah memiliki standar Pertamina Safety Approval (PSA). Muatannya pun hanya melalui penyaluran dari Pertamina Depo Tarakan.

Baca Juga :  Sebagain Besar Wilayah Bulungan Terjadi Hujan Ringan hingga Lebat

Ditegaskan Fandi, jika solar sudah berpindah ke konsumen, maka status kepemilikan minyak tersebut sudah milik konsumen. Diketahui, minyak tersebut ke Adaro Group atau PT Kalimantan Aluminium Industry.

“Itu yang ke KIPI (Kalimantan Industrial Park Indonesia). Ada sertifikat approvalnya dan kapal LCT nya sudah layak kok, enggak ada masalah,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapal LCT SPOB Mayon tenggelam di laut lepas lantaran cuaca buruk pada 1 Maret 2024, petang. Saat itu, kapal miring dan air mulai masuk ke badan kapal lalu tenggelam. Beruntung, kelima awak kapal dapat menyelamatkan diri masing-masing. Sementara untuk indikasi pelanggaran lantaran pencemaran di laut lepas hingga kini masih belum jelas. Adapun kasus ini tengah ditangani oleh Polresta Bulungan.(*)

Baca Juga :  Sebagain Besar Wilayah Bulungan Terjadi Hujan Ringan hingga Lebat

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *