Dugaan Black Campaign, Penyidik Periksa Ahli dari Jakarta

benuanta.co.id, TARAKAN – Penyidik Satreskrim Polres Tarakan telah melakukan pemeriksaan ke beberapa saksi terkait kasus dugaan kampanye hitam. Diberitakan sebelumnya, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Tarakan menyerahkan laporan dugaan black campaign ke penyidik Satreskrim Polres Tarakan pada Selasa, 27 Februari 2024.

Sejak sepekan lalu, status kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan. Satreskrim Polres Tarakan pun telah memeriksa beberapa saksi yang berasal dari grup WhatsApp yang diduga tempat terlapor berinisial AR menyebarkan konten kampanye hitamnya.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1923 votes

“Saksi-saksi itu jumlahnya ada 4 orang yang kita periksa. Itu saksi berada di grup WhatsApp yang dimaksud,” ujar Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasat Reskrim, AKP Randhya Sakthika Putra, Selasa (5/3/2024).

Baca Juga :  79 Peserta Meriahkan Pawai Takbir di Tarakan

Ia melanjutkan, belum melakukan pemanggilan terhadap AR lantaran pihaknya masih mendalami keterangan dari para saksi dan ahli pidana pemilu dari Jakarta.

“Sekarang penyidik masih di Jakarta untuk meminta keterangan ahli. Setelah penyidik kembali baru gelar perkara,” lanjutnya.

Randhya menyebut, belum dapat menetapkan AR sebagai tersangka lantaran masih dalam proses mendalami keterangan. Pun dengan penahanan tak dilakukan, karena ancaman pidana dibawah 5 tahun.

Baca Juga :  Polres Tarakan Gelar Patroli Keamanan Selama Idulfitri 1445 H

Pihaknya juga selalu melakukan koordinasi dengan kejaksaan terkait kasus dugaan black campaign ini.

“Sekitar 7 sampai 8 hari kerja masih ada waktu untuk kita kejar deadline,” tukasnya.

Disinggung terkait AR diduga oknum honorer, pihaknya enggan berspekulasi. Randhya meminta waktu untuk memeriksa yang bersangkutan sebagai saksi terlebih dahulu.

“Nanti setelah ditetapkan tersangka kita akan informasikan juga soal identitasnya. Kita periksa terakhir nanti setelah ahli,” pungkas perwira balok tiga itu.

Baca Juga :  Dua Masjid Terbesar di Kaltara Dipadati Jemaah Salat Idulfitri, Ini Harapan Kepala Daerah 

Diberitakan sebelumnya, laporan tersebut disampaikan oleh salah satu tim pemenangan calon legislatif DPD RI pada Sabtu, 10 Februari 2024. Dalam laporan tersebut terdapat nomor WhatsApp yang menyebarkan konten berupa foto yang berisi informasi kampanye hitam yang diduga dilakukan oleh calon legislatif yang bersangkutan. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *