Erick Thohir Kaget Diminta Prabowo Rekomendasi Nama Dirjen Pajak

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku kaget, karena secara tiba-tiba dimintai rekomendasi nama-nama yang pantas menduduki jabatan direktur jenderal pajak oleh Calon Presiden Prabowo Subianto.

“Saya benar-benar tidak tahu. Ya, Pak Prabowo orangnya genuine, simpel, apa adanya … Beliau ingin dibantu, tetapi kan yang seleksi beliau,” ujar Erick kepada wartawan di sela Mandiri Investment Forum, di Jakarta, Selasa.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1901 votes

“Sama seperti soal menteri keuangan … Jawaban saya jelas bahwa saya tidak punya otoritas menilai siapa menkeu ke depan, karena saya bukan bagian dari itu. Itu bagian presiden dan wapres terpilih,” kata dia melanjutkan.

Baca Juga :  Inflasi Nunukan Tertinggi di Kaltara

Prabowo, yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan di Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), diundang untuk menjadi pembicara kunci dalam Mandiri Investment Forum di Jakarta, Selasa.

Dalam pidatonya di hadapan para investor, bankir, dan praktisi keuangan, Prabowo menyampaikan optimismenya bahwa perekonomian Indonesia saat ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

Ia bahkan menyatakan keyakinannya pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 7-8 persen dalam tiga sampai lima tahun mendatang.

Dia juga mengungkapkan tekadnya untuk menghilangkan kemiskinan di Indonesia, dan terus berbenah demi menarik para penanam modal berinvestasi di dalam negeri.

Baca Juga :  Telkomsel Resmi Luncurkan Layanan eSIM, Pelanggan Bebas Pilih Nomor Sendiri dengan Ragam Paket Bernilai Tambah

Dalam pidatonya, Prabowo juga sempat meminta saran kepada Erick Thohir terkait privatisasi BUMN, termasuk menjual hotel-hotel BUMN.

Prabowo juga meminta Erick, Direktur Utama Mandiri Darmawan Junaidi, Komisaris Bank Mandiri Chatib Basri, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo untuk memberikan rekomendasi siapa yang pantas menjadi direktur jenderal pajak.

Prabowo menegaskan bahwa perpajakan merupakan elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga ia mendukung upaya meningkatkan rasio pajak terhadap PDB menjadi 16 persen.

Saat ini rasio pajak Indonesia masih berada di level 10 persen dan dinilai masih rendah dibandingkan negara-negara tetangga.

Prabowo merupakan Calon Presiden RI yang saat ini perolehan suaranya unggul dibandingkan dua rivalnya, yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, menurut rekapitulasi suara sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Baca Juga :  Telkomsel Resmi Luncurkan Layanan eSIM, Pelanggan Bebas Pilih Nomor Sendiri dengan Ragam Paket Bernilai Tambah

Rekapitulasi sementara KPU RI per Selasa (5/3) pukul 15.00 WIB menunjukkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh 58,82 persen suara.

Pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh 24,49 persen suara, dan pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapatkan 16,68 persen suara. Per hari ini pukul 15.00 WIB, suara yang masuk dalam rekapitulasi KPU mencapai 78,10 persen.

 

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *