Bulog Tarakan Pasarkan Beras Kualitas Premium Rp 16 Ribu per Kg

benuanta.co.id, TARAKAN – Bulog Tarakan turut menyesuaikan harga beras di pasaran yang mengalami kenaikan. Kini, per kilogram beras premium Bulog dibanderol dengan harga Rp 16.000 dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14.500.

Pada Januari 2024 lalu, pihaknya masih menjual dengan patokan HET. Namun, harga beras premium dari Sulawesi kian melonjak Rp 15.200 sehingga pihaknya juga turut menyesuaikan harga.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1915 votes

“Penyesuaian harga ini akibat dari produsen juga sudah mengalami kenaikan. Kenaikan di produsen itu belum termasuk biaya operasional dan lainnya,” kata Kepala Bulog Tarakan Sri Budi Prasetyo, Ahad (3/3/2024).

Baca Juga :  100 Lebih Personel Gabungan Diturunkan Amankan Pawai Takbiran 

Beras yang dijual Bulog berkualitas premium dengan merk Beras Kita. Per harinya, 1 ton beras premium di Bulog Tarakan ludes. Dalam penjualan beras premium di Bulog merupakan kegiatan komersial, tetapi pihaknya tak ingin mengambil margin tinggi.

“Kita hanya ingin memastikan stok beras premium bagi masyarakat tercukupi, mudah di temui dan harganya masih terjangkau,” sambungnya.

Baca Juga :  Dua Masjid Terbesar di Kaltara Dipadati Jemaah Salat Idulfitri, Ini Harapan Kepala Daerah 

Selain itu, Bulog Tarakan juga telah melaksanakan beberapa program untuk stabilisasi harga beras. Diantaranya menyalurkan penugasan dari pemerintah berupa bantuan pangan beras. Saat ini, di Tarakan terdapat 8.154 Penerima Bantuan Beras (PBP).

“Diharapkan dengan adanya bantuan pangan, dapat meringankan kebutuhan masyarakat penerima bantuan terutama beras” sebutnya.

Pihaknya juga turut beras menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Outlet Rumah Pangan Kita (RPK) dan Ritel Modern. Beras SPHP ini dijual Rp11.500 per kilogram. Harga tersebut merupakan puncak HET untuk penjualan beras SPHP.

Baca Juga :  Pasca Lebaran Harga Beras Relatif Stabil di Pasar Gusher

“Diharapkan gencarnya penjualan beras SPHP ini membuat kebutuhan beras dengan harga terjangkau dapat terpenuhi. Harapannya berdampak dengan ketersediaan beras dipasar dan harga akan kembali stabil,” harap Budi.

Pihaknya juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 6 Maret 2024. Kegiatan ini serentak digelar di seluruh Indonesia. Adapun stok ketersediaan saat ini sebanyak 20 ton, dan pihaknya berencana akan mendatangkan 30 ton beras.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *