Patkor Gabungan Indonesia-Malaysia, 223 Patok Perbatasan Kondisinya Aman

benuanta.co.id, NUNUKAN – Patroli patok perbatasan gabungan antara Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI – Malaysia (Satgas Pamtas) Yonif Arhanud (Yonarhanud) 8/ MBC bersama Tentera Diraja Malaysia (TDM) Batalyon 26 RAMD, secara resmi ditutup oleh Komandan Satgas Pamtas Yonarhanud 8/ MBC Letkol Arh Iwan Hermaya Purnawan bersama Commander Officer 26 RAMD Letnan Kolonel Moh Fuad bin MD Ghazali di Pos Gabungan Pengamanan RI- Malaysia SSK II Sei Menggaris, pada Kamis (29/2/2022) lalu.

Letkol Arh Iwan Hermaya menyampaikan Patroli Terkoordinasi (Patkor) Seri I/2024 itu berfokus pada patoli patok perbatasan yang terbentang di wilayah pengamanan SSK II Sei Manggaris dengan total sebanyak 223 patok

Dari hasil Patkor personel gabungan RI-Malaysia berhasil menemukan Patok Tipe A sebanyak satu buah, Tipe B sebanyak 3 buah Tipe C sebanyak 42 buah dan Tipe D sebanyak 177 buah dengan kondisi yang keadaan baik.

“Selama pelaksanaan semuanya berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala. Begitupun dengan 223 patok ini kondisinya baik semua tidak yang hilang ataupun rusak,” kata Iwa kepada benuanta.co.id, Sabtu (2/3/2024).

Baca Juga :  Satlantas Nunukan Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas Pawai Takbir Keliling

Iwan mengungkapkan, atas terlaksananya patroli ini dengan lancar pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit baik dari Satgas Pamtas Yonarhanud 8/MBC maupun prajurit dari Batalyon 26 RAMD. Patkor ini merupakan kali keduanya di laksanakan selama Satgas Pamtas Yonarhanud 8/MBC bertugas di Nunukan.

“Tentunya kita harapkan ini bisa menjadi momentum penting bagi kedua negara di mana sama-sama dapat mengetahui batas wilayah masing-masing dan juga diharapkan dapat menjadi wujud dari tali persaudaraan sesama negara serumpun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Waspada! Ada 92 Kasus Positif DBD di Nunukan

Iwan mengatakan tujuan dari Patkor sebagai upaya melakukan pencegahan terhadap kegiatan ilegal seperti, illegal logging, illegal mining, human trafficking, pelintas batas ilegal dan kriminalitas seperti narkoba maupun barang yang melanggar hukum lainnya yang kerap memanfaatkan celah yang ada di wilayah perbatasan kedua negara.

“Kita juga berharap terciptanya wilayah yang kondusif di daerah perbatasan darat RI-Malaysia sehingga kedepannya tidak muncul konflik antar sesama warga perbatasan,” jelasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *