Basarnas Maksimalkan Penggunaan RIB saat Operasi SAR di Hilir Sungai

benuanta.co.id, TARAKAN – Basarnas Tarakan memaksimalkan penggunaan alut Rigid Inflatable Boats (RIB) untuk penyelamatan jiwa di perairan Kaltara. Selain RIB terdapat pula KN SAR Seta yang fokus terhadap operasi SAR di lautan lepas.

Kepala Basarnas Tarakan, Syahril menuturkan, dalam pencarian korban jiwa, RIB dianggap tepat lantaran fungsinya yang fleksibel dapat digunakan di laut lepas, pun dengan perairan kecil seperti hilir sungai.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1941 votes

Menurutnya, penggunaan aset pada saat operasi SAR mempertimbangkan aspek efisiensi.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Tekankan Penanganan Volume Sampah Selama Lebaran

“Kalau operasi SAR di sungai pasti sudah kita kerahkan RIB atau RBB dan perahu karet. Karena itu lebih efisien, lain halnya Seta, itu kita efisien kalau operasinya dilaut lepas,” tuturnya, Jumat (23/2/2024).

Sementara untuk KN SAR Seta disiagakan pihaknya dengan kapasitas 100 Person on Board (POB). Tak sendiri, Basarnas Tarakan turut mengerahkan potensi SAR lainnya jika memerlukan kapal besar untuk beroperasi.

Baca Juga :  Berkat Gubernur Kaltara, Bandara Juwata Tarakan Dapat Extra Flight Arus Balik dari 2 Maskapai

“Terakhir kami operasi sampai di Bunyu, kita mencari laka laut waktu itu. Kalau memang dibutuhkan POB lebih banyak, kita bisa kerahkan potensi SAR yang memiliki kapal besar,” sambungnya.

Dilanjutkannya, pada 2024 ini, Basarnas Tarakan mengusulkan satu alutsista yakni RIB untuk memaksimalkan operas SAR. Saat ini, pengusulannya sudah berproses di Basarnas pusat.

“Kami sudah usulkan 1 unit. Kalau ada, memang itu akan didistribusikan ke seluruh Kansar yang tersebar di wilayah Indonesia,” katanya.

Syahril menyebut, terdapat RIB dengan kondisi rusak berat dan masih dalam proses perbaikan. Sehingga perlu adanya penambahan alut, kendati pengadaan RIB dinilai sedikit berat. Nantinya, jika disetujui, RIB tersebut akan melayani permintaan operasi SAR yang bersamaan di perairan Kaltara.

Baca Juga :  Arus Balik Padati Dermaga Pelabuhan Tengkayu I Tarakan 

“Kalau kejadiannya bersamaan kita bisa kerahkan langsung, tapi kalau satu kejadian kita responnya masih bisa. Tapi dua sampai tiga kejadian otomatis alut yang turun harus lebih,” tandasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *