Berjalan Kondusif, 40 Polisi Kawal PSU di TPS 57 Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 57, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat dijaga ketat oleh 40 personel kepolisian.

Tak hanya aparat kepolisian, sejumlah personel TNI juga ditempatkan mengawasi keamanan di TPS tersebut selama proses pemungutan suara dilakukan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1942 votes

Berdasarkan pantauan benuanta.co.id, Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar turun langsung memonitoring di lokasi PSU untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, situasi masih tetap kondusif.

Baca Juga :  Ratusan Pasien RSUD JSK Dievakuasi Akibat Kepulan Asap Muncul di Lantai 3, Kipas Angin Diduga Pemicu Asap

Dikatakan Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar, sejauh ini keadaan dilaporkan kondusif dan pengamanan akan terus dilakukan hingga proses selesai .

“Rangkaiannya seperti hari pemungutan kemarin pada 14 Februari 2024. Sebetulnya semua SOP sama, kami sudah kawal untuk pergeseran logistiknya, nanti akan diamankan pada saat perhitungan sampai kembali ke kecamatan akan dikawal,” tegasnya.

Total personel dikerahkan khusus untuk mengawasi TPS 57 sebanyak 40 orang personel. Secara umum sebanyak 110 orang dilibatkan dalam rangkaian operasi.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Tekankan Penanganan Volume Sampah Selama Lebaran

“Untuk PSU sendiri, itu kewenangan penyelenggara pemilu. Kami di kepolisian, membaca dari hal yang berkaitan keamanan, kerawanan. Saya lihat hari ini pasti lebih banyak dikerahkan, memastikan keamanan terselenggara pemilu, langsung umum, bebas, jujur dan adil,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Bawaslu Provinsi Kaltara, Koordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Arif Rochman mengungkapkan sebelum TPS dibuka, pengawas sudah siaga mengawasi persiapan sampai dibukanya TPS.

“Mulai dari 7 KPPS ada di tempat, dua trantib, ada pengawas dalam hal ini PKD, karena PTPS sudah berakhir masa jabatannya. Pantauan siang ini, masih kondusif,” jelasnya.

Baca Juga :  Berkat Gubernur Kaltara, Bandara Juwata Tarakan Dapat Extra Flight Arus Balik dari 2 Maskapai

Hingga saat ini, terpantau tidak pelanggaran. Pada malam sebelumnya ia bersama KPU sudah melakukan diskusi untuk mengawal PSU agar sesuai mekanisme yang sudah ditentukan peraturan perundangan.

“Karena PSU itu hanya sekali. Tidak boleh lebih dari satu kali pada TPS yang sama. Kecuali MK memerintahkan yang lain. Tapi dalam peraturan perundangan, dalam PKPU disebutkan satu kali,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *