Nilai Investasi di Kaltara Selama Tahun 2023 Tercatat Rp 27 Triliun

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat hasil positif pada raihan realisasi investasi triwulan IV tahun 2023. Dari Rp 29 triliun target yang diberikan dari pemerintah pusat, Pemprov Kaltara raih realisasi investasi sebesar Rp 27 triliun pada triwulan IV tahun 2023.

Padahal, Pemprov Kaltara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara sebelumnya hanya memproyeksikan realisasi selama tahun 2023 sebesar Rp 25 triliun.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1941 votes

“Bahkan dari RPJ kita, hanya menargetkan raihan realisasi investasi sebesar Rp 7 triliun saja. Tapi ada target dari pemerintah pusat sebesar Rp 29 triliun dan kita sukses meraih angka Rp 27 trilun. Artinya berdasarkan target daerah kita sukses tembus angka 300 persen,” kata Pejabat ahli muda madya DPMPTSP Kaltara, Rahman pada Selasa, 20 Februari 2024.

Baca Juga :  Febuari Kunjungan Wisman Meningkat Sebanyak 905 Kunjungan ke Kaltara

Capaian hasil realisasi investasi pada tahun 2023 lalu, diakui Rahman sangat positif karena mengalami peningkatan nilai dibandingkan tahun 2022 lalu dan sukses melebihi target tahunan pada tahun 2023.

“Artinya setiap tahun nilai investasi di Kaltara semakin bertambah seiring dengan makin dikenalkan potensi investasi Kaltara secara Nasional juga secara internasional,” lanjutnya lagi.

Baca Juga :  Pasca Hari Raya Idulfitri, Stok Sembako di Nunukan Terpantau Aman

“Pada triwulan akhir tahun 2023 itu hanya realisasi investasi yang sudah berjalan. Sedangkan kita masih banyak investasi yang masih belum berjalan. Tapi sudah pasti berjalan pada tahun 2024 ini,” terangnya.

Pada tahun 2024 ini, Rahman optimis kalau nilai capaian realisasi investasi di Kaltara masih bisa bertambah, seiring masih banyaknya investor yang masih mengurus perizinan untuk berinvestasi di Kaltara.

Baca Juga :  Pasca Lebaran Harga Beras Relatif Stabil di Pasar Gusher

“Mungkin tahun ini angkanya bisa tembus diangka Rp 30 triliun lebih, karena kita juga masih mendorong para investor untuk segera mengurus dokumen perizinan yang belum lengkap,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *