Investor Malaysia Tertarik Bangun Pengembangan Listrik 50 MW di Kaltara?

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dua investor besar asal Malaysia disinyalir tertarik berinvestasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Hal ini buah dari kegiatan Kaltara Invesment Forum (KIF) tahun 2023 yang digelar Pemprov Kaltara.

Diungkapkan oleh Pejabat Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman, mengatakan dua investor asal Malyasia sangat tertarik untuk berinvestasi di sektor Migas dan energi kelistrikan.

“Selain itu ada juga sektor lainnya seperti sektor digital dan sektor-sektor ini memang sangat menarik minat para investor asal Malaysia dan hal itu mereka ungkapkan saat kita menindaklanjuti kegiatan KIF 2023 lalu,” kata Rahman pada Sabtu, 27 Januari 2024.

Baca Juga :  Bulog Pusat Salurkan Bantuan Pangan Serentak di Tarakan

Ia membeberkan investor asal Malaysia itu sangat tertarik untuk membangun pembangunan pengembangan energi listrik sebersar 50 megawatt, yang mana hal ini akan menjadi tantangan besar bagi Pemprov Kaltara khususnya dalam hal penyiapan lahan.

“Oleh karena itu, kita akan merapatkan hal ini bersama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota dalam hal kesiapan lahan dan kebutuhan listrik,” lanjutnya lagi.

Baca Juga :  Pemkot akan Laksanakan Pasar Murah 6 Maret, Sebut Ribuan Ton Beras Menuju Tarakan 

“Karena proyeksi kita, 1 megawatt listrik membutuhkan sekitar 1 hektare lahan. Jadi kalau 50 megawatt kita butuh lahan seluas 50 hektare,” bebernya.

Sedangkan untuk nilai investasinya sendiri, Rahman mengaku belum bisa memproyeksikannya. Namun yang pasti para investor Malaysia sudah menyiapkan pendanaan yang dibutuhkan oleh Pemprov Kaltara.

“Rinciannya nanti setelah kita membahas hal ini bersama pemerintah kabupaten kota, karena kita harus memperhitungkan lokasi lahan, akomodasi, struktur dan harga bahan lainnya. Setelah kita rincikan baru pendapat kita. Kita rampungkan dalam proposal, setelah itu kita berikan ke pihak investor agar mereka juga bisa memahami dan dapat memperhitungkan pemodalan dan keuntungan,” pungkasnya.(*)

Baca Juga :  Telkomsel Bersama Singtel Hadirkan Orchestration Platform 5G dan Edge Cloud Computing Pertama di Indonesia

Reporter: Osarade

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *