Dishub Kaltara Usulkan Trayek Baru Damri di Beberapa Wilayah

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dalam melayani masyarakat dan menkoneksikan setiap daerah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Utamanya dari transportasi darat layanan perintis dari DAMRI. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) telah melaksanakan pengusulan beberapa rute dan trayek.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltara, Andi Nasuha mengatakan bahwa pada tahun 2023, telah dilakukan pengusulan trayek DAMRI tambahan dari Mansalong ke Salang, dan dari Salang menuju Sei Menggaris dan Sebuku.

“Hanya saja kita saat ini cukup berhati-hati, kita ingin melihat penerimaan masyarakat seperti apa,” ucap Andi kepada benuanta.co.id, Jumat, 19 Januari 2024.

Baca Juga :  Ditkrimsus Polda akan Serahkan Hasil Audit Internal Dugaan Tipikor Proyek RS Pratama Bunyu ke BPKP Kaltara

Hal ini disebabkan oleh adanya sistem angkutan umum yang lebih mahal dan merasa terancam dengan harga yang lebih murah di DAMRI. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya harga yang pantas dan adil dalam menetapkan harga angkutan.

“Soalnya tarif Bus DAMRI yang perintis itu sangat murah sekali, sementara di daerah itu sudah ada sistem transportasi seperti angkot yang merasa tersaingi karena kita murah. Inilah yang perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat,” paparnya.

Selain itu, Dishub Provinsi Kaltara pun menambah rute DAMRI dari Tanjung Selor ke Kabupaten Tana Tidung yang akan langsung masuk ke Seputuk dan Malinau.

Baca Juga :  DLH Kaltara Sebut Pembangunan Gedung Lab Sudah Sesuai RAB

“Insya Allah tahun ini sudah jalan,” ujarnya.

Selain itu, Dishub Provinsi Kaltara juga mengusulkan rute DAMRI di seputaran Pulau Sebatik, tetapi masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan. Dimana sebelumnya, Dishub telah melayangkan surat untuk melayani masyarakat menggunakan DAMRI.

“Tapi ini kita belum tahu apakah sudah jalan, intinya kita sudah bersurat ke Pemda Nunukan, kita sudah siap tapi jangan sampai kita masuk tapi malah memperparah transportasi disana hingga membuat ribut dan sebagainya,” terangnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Kaltara Sosialisasikan Identitas Kependudukan Digital 

Begitu juga di Pulau Nunukan, pihaknya masih menunggu balasan dari Pemkan Nunukan, jika mendapatkan persetujuan maka DAMRI akan masuk.

Dalam upaya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kaltara, layanan DAMRI menjadi pilihan yang tepat, terlebih kini telah ditambahkan beberapa rute dan trayek baru.

“Semoga adanya layanan transportasi yang memadai dapat mempercepat pembangunan ekonomi di Kaltara dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *