Diguyur Hujan, Air Baku di Embung Bolong Hanya Naik 5 Cm

benuanta.co.id, NUNUKAN – Meski diguyur hujan beberapa hari terakhir, namun kondisi air di Embung Bilal dan Embung Bolong di Nunukan belum menunjukkan kenaikan air baku yang signifikan.

Kepala Bagian Teknis pada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Taka Nunukan, Rusdiansyah mengungkapkan meski diguyur hujan kenaikan air hanya mengalami penambahan berkisar 5 centimeter (cm).

“Beberapa hari terakhir ini memang diguyur hujan, tapi berdasarkan alat ukur air yang ditempatkan di Embung Bolong dan Bilal itu hanya naik 5 cm saja jadi tidak terlalu naik signifikan,” kata Rusdiansyah, kepada benuanta.co.id, Jumat (19/1/2024).

Baca Juga :  Musim Kemarau di Nunukan akan Berlangsung hingga Maret

Diungkapkannya, meski bebe daerah yang diguyur hujan lebat, namun ia mengatakan jika di daerah lokasi Embung justru hanya gerimis saja. Sehingga menyebabkan debit air yang naik juga hanya sedikit.

“Kondisi stok air baku saat ini masih warning, karena posisi air masih di ketinggian sekitar dua meter makanya  penyedot air tidak akan bekerja maksimal, karena kalau dipaksa maka yang tersedot justru tanah,” ungkapnya.

Baca Juga :  756 Peserta Ramaikan MTQ ke-XIX Tingkat Kabupaten Nunukan

Kendati begitu, Rusdiansyah mengatakan jika, pihaknya akan mencoba menaikkan jumlah pendistribusian air ke pelanggan dari 30 liter per detik selama musim kemarau naik menjadi 40 liter per detik.

Namun, jika dalam beberapa hari ini kondisi hujan yang turun kian intens sehingga membuat air baku naik, makanya pihaknya juga akan menambah debit air yang akan di distribusikan.

Baca Juga :  Litbang PWI Bakal Lakukan Survei Pra Pilkada

“Saat ini, untuk pendistribusian air di Embung Bolong itu masih kiya lakukan secara bergilir. Tapi kalau untuk yang di Embung Bilal pendistribusian airnya sudah berlangsung normal,” jelasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *