SOA Penumpang dan Barang Kembali Melayani

benuanta.co.id, Bulungan – Warga perbatasan khususnya di Kabupaten Malinau dan Nunukan kembali disentuh dan dilayani oleh Subsidi Ongkos Angkut (SOA) baik penumpang maupun barang.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Andi Nasuha mengatakan jika warga perbatasan kembali dilayani oleh SOA yang akan segera terlaksana di pekan terakhir Januari 2024.

“Anggarannya dari APBN tahun 2024 sebesar Rp 54 miliar, yang akan terbang mulai tanggal 25 Januari 2024,” ujar Andi Nasuha kepada benuanta.co.id Kamis, 11 Januari 2024.

Dia menjelaskan jika SOA ini diperuntukkan bagi subsidi barang, orang dan bahan bakar minyak (BBM). Terpenting sebagai langkah pemerintah dalam memperhatikan konektivitas antar wilayah di perbatasan.

Baca Juga :  Turunkan Stunting di Kaltara Perlu Harmonisasi hingga Sinkronisasi yang Kuat

“Jadi program SOA sebagai salah satu langkah pemerintah dalam menekan disparitas atau kesenjangan diwilayah perbatasan dan pedalaman,” tuturnya.

Lanjutnya, SOA ditujukan untuk memudahkan aksesibilitas warga perbatasan ditengah kondisi akses darat yang belum membaik. Andi menyebutkan di tahun 2024, APBN ini mengakomodir 17 rute penerbangan penumpang perintis dengan besaran Rp 37.498.947.906, perintis kargo sebesar Rp 12.800.159.251,66 dan BBM perintis penumpang sebesar Rp 4.661.765.235 totalnya mencapai Rp 54.960.872.392,66.

Adapun 17 rute penerbangan penumpang perintis itu diantaranya Tarakan-Long Bawan dan sebaliknya dengan frekuensi 3 kali seminggu yakni Senin, Rabu dan Jumat. Rute Long Bawan-Malinau dan sebaliknya dengan frekuensi 2 kali seminggu yaitu Rabu dan Sabtu. Rute Long Apung-Malinau dan sebaliknya dengan frekuensi 2 kali seminggu yakni Selasa dan Kamis. Rute Long Apung-Tanjung Selor dan sebaliknya dengan frekuensi 1 kali yakni Sabtu.

Baca Juga :  Turunkan Stunting di Kaltara Perlu Harmonisasi hingga Sinkronisasi yang Kuat

Selanjutnya rute Long Bawan-Nunukan dan sebaliknya dengan frekuensi 3 kali seminggu yaitu Senin, Rabu dan Jumat. Rute Long Bawan-Tanjung Selor dan sebaliknya dengan frekuensi 1 kali yakni Rabu. Rute Maratua-Tarakan dan sebaliknya dengan frekuensi 2 kali seminggu yakni Senin dan Jumat. Rute Malinau-Mahak Baru dan sebaliknya di hari Sabtu. Rute Tarakan-Long Apung dan sebaliknya dengan frekuensi 2 kali seminggu yakni Selasa dan Kamis.

Kemudian ada rute Malinau-Long Layu dan sebaliknya pada hari Rabu, rute Malinau-Binuang dan sebaliknya pada hari Senin, rute Malinau-Long Alango dan sebaliknya pada hari Kamis, rute Malinau-Long Pujungan dan sebaliknya pada hari Selasa, rute Malinau-Data Dian dan sebaliknya pada hari Selasa, rute Malinau-Long Sule dan sebaliknya pada hari Kamis, rute Nunukan-Binuang dan sebaliknya pada hari Senin serta rute Nunukan-Long Layu dan sebaliknya pada hari Rabu.

Baca Juga :  Turunkan Stunting di Kaltara Perlu Harmonisasi hingga Sinkronisasi yang Kuat

“Artinya sudah ada jadwal dan rute, semuanya ini untuk konektivitas antar wilayah di perbatasan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2936 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *