Badan Pangan Nasional Terjun ke Pasar Gusher, Cabai, Beras, Gula Makin Mahal

Tarakan – Perwakilan dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI terjun ke Provinsi Kalimantan Utara untuk mengecek harga bahan atau pangan pokok ke pasar tradisional. BAPANAS mengakui hasil tinjauan lapangannya menemukan adanya lonjakan harga seperti cabai merah, cabai keriting, beras hingga gula pasir.

Cabai lokal menembus harga Rp180 ribu per kg. Sementara gula di harga Rp17 ribu per kg. Cabai keriting Rp160 ribu per kg. Untuk beras Rp18 ribu per kg.

Yudi Harsiadi Sandiatma selaku Koordinator Kelompok Substansi Stabilisasi Pasokan Pangan pada BAPANAS RI, mengakui soal cabai memang secara nasional mengalami kenaikan. Menurutnya, mahalnya harga cabai ini akibat faktor cuaca yang belakangan banyak turun hujan sehingga menurukan kemampuan produksi cabai di Indonesia termasuk di daerah Kaltara.

Sejumlah pedagang mengatakan akibat stok kurang sehingga mereka harus menaikkan harga. Pedagang mengakui harga beli mereka ke agen pun mengalami kenaikan sebagai dampak kurangnya stok cabai.

Baca Juga :  Tingkatkan Layanan, BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Siap Melayani Peserta di Kabupaten Tana Tidung

“Lombok baru saja naik, sebelumnya biasa Rp150-160 per kg, nanti kalau natal bisa Rp200 ribu itu per kg, harga ini tergantung stok barang, sekarang kurang stok,” ujar Mama Opi, salah seorang pedagang di pasar Gusher.

BAPANAS memiliki peran dan fungsi bagaimana menstabilkan harga dan pasokan. “Ketika areal penanaman cabai mulai berbunga dia mulai rontok (akibat hujan) sehingga ini mengurangi peningkatan untuk cabai, berbagai upaya telah kita galakkan seperti bagaimana masyarakat bisa menanam cabai melalui gerakan menanam cabai,” jelas Yudi di Pasar Gusher, Kamis (14/12).

“Kita juga melakukan aksi dalam gejolak harga cabai ini melalui kegiatan mobilisasi cabai, dalam ini kita melakukan fasilitasi distribusi cabai, bagaimana kita mendistribusi dari daerah yang surplus ke daerah yang defisit, sehingga nanti terbentuk harga baru atau harga yang tinggi terkoreksi bisa menjadi murah dan terjangkau oleh masyarakat,” terang Yudi.

Baca Juga :  Optimis Pariwisata Kaltara Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Ami Artika, Sub Koordinator Analis Ketahanan Pangan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara, mengatakan, hasil pantauannya di Tarakan, memang beberapa harga pangan terkoreksi naik karena sesuai tren pola setiap tahunnya seperti jelang natal dan baru, yang mengalami kenaikan seperti gula, beras dan cabai, sedangkan komoditas yang lainnya masih stabil.

“Untuk stok kita cukup sampai akhir tahun, harga cabai mengalami kenaikan seperti di Bulungan Rp 150 ribu per kg, di KTT Rp160 ribu per kg, di Nunukan Rp 130 per kg, di Bulungan harga masih aman,” ucap Ami.

Yudi menambahkan, jika persoalan beras ini, Bulog ditugaskan mendistribusikan beras SPHP di mana beras ini bisa didapatkan di pasar tradisional dan Rumah Pangan Kita (RPK) sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal harga beras. “Stok secara nasional kita tercukupi, kalau untuk di Kaltara saya kira cukup dan aman,” jelasnya.

Baca Juga :  Wamendag RI Kunjungan ke Pasar Tenguyun Kota Tarakan 

Komoditi lain yang alami penurunan sedikit harga seperti telur menjadi Rp55 ribu per piring, cabai keriting Rp120 per kg, Bawang Merah Rp35 ribu per kg, Bawang Putih Rp36 ribu per kg, daging ayam bersih Rp43 ribu per kg sedangkan yang belum bersih Rp38 per kg, daging sapi lokal Rp160 ribu per kg, yang impor Rp90 per kg. Pedagang mengatakan tak ada kenaikan harga daging, masih normal.(rm)

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2591 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *